Surabaya Didorong Manfaatkan Teknologi Nuklir untuk Medis

  Selasa, 23 Juli 2019   Rahim Asyik
Badan Pengawas Tenaga Nuklir sosialisasikan pemanfaatan teknologi nuklir untuk keperluan medis di Kota Surabaya. (Pixabay)***

Badan Pengawas Tenaga Nuklir sosialisasikan pemanfaatan teknologi nuklir untuk keperluan medis di Kota Surabaya. Sebagai tahap awal pemanfaatan teknologi itu, proses perizinannya akan diurus pada 2020.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya mendorong pemerintah kota setempat yang berencana memanfaatkan teknologi nuklir untuk sejumlah peralatan medis rumah sakit.

Soal pemanfaatan teknologi nuklir untuk keperluan medis ini sempat disosialisasikan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Junaedi menyatakan, apa yang disampaikan Bapetan cukup bagus untuk dunia kesehatan di Surabaya.

AYO BACA : DPRD Kota Surabaya Siap Bahas Raperda B3

"Penjelasan Bapetan berkaitan dengan penggunaan teknologi nuklir di bidang kesehatan itu mendapat respons positif dari sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya," kata Junaedi di Surabaya, Selasa (23/7/2019).

Sesuai arahan dari Bapetan, lanjut dia, proses perizinan penggunaan teknologi nuklir perlu dilakukan dahulu. Rencananya, proses perizinan akan diurus pada 2020.

Politikus Partai Demokrat ini mengingatkan kajian matang perlu dilakukan sebelum merealisasikan gagasan pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan.

Menurut dia, meski masa bakti anggota DPRD Surabaya yang saat ini akan berakhir pada Agustus 2019, tapi tak jadi persoalan dalam hal kontrol dan pengawasan karena semua itu bisa dilanjutkan oleh anggota DPRD Surabaya periode berikutnya.

AYO BACA : 8 Kontainer Sampah dari Brisbane, Australia, Masuk Surabaya

"Anggota dewan yang baru akan mengkaji keinginan pemerintah kota menggunakan teknologi nuklir tersebut. Saya sendiri mendorong bisa terlaksana," katanya.

Selain itu, kata dia, pemanfaatan teknologi nuklir tersebut selaras dengan UU dan PP Nomor 29 Tahun 2008 berkaitan dengan Perizinan Pemanfaatan Sumber Pengion dan Bahan Nuklir. Junaedi menyebutkan, dalam penggunaan tenaga nuklir terdapat aspek-aspek standarisasi yang harus dipenuhi.

"Harus diawasi terus. Jangan sampai pembangunannya keliru, kemudian menimbulkan dampak radiasinya," ujarnya.

AYO BACA: Khofifah Bertekad Jadikan BUMD Setempat Berkelas Dunia

AYO BACA: Jatim Targetkan Rasio Elektrifikasi Tahun 2020 Mencapai 98%

AYO BACA: 4 Program Unggulan Pemprov Jatim Dilombakan di Level Internasional

AYO BACA : Setiap Pemimpin Harus Paham Potensi Bencana di Daerahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar