Mahasiswa UMM Promosikan Air Terjun Wonorejo

  Kamis, 25 Juli 2019   Fira Nursyabani
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 46. (Dok. pribadi)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 46 menginisiasi pelaksanaan sadar wisata di Desa Wonorejo Kabupaten Malang dengan menghadirkan ketua Pokdarwis Jawa Timur, Purnomo H.M Anshori yang juga salah satu orang terpilih untuk mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata RI. Selain itu hadir pula Kepala Bidang Pengembangan Desa Wisata dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Lani Masruro.

Pelaksanaan sadar wisata ini dinilai penting mengingat sektor parawisata Desa Wonorejo, Kabupaten Malang terkenal memiliki potensi alam yang menarik namun belum sepenuhnya berkembang. Salah satunya adalah Air Terjun Kedung Darmo.

Air terjun ini mirip dengan “Plitvice Waterfalls” di Kroasia namun versi kecil yang memiliki beberapa tingkatan aliran air dan memiliki warna air yang berbeda dari air terjun biasanya yaitu warna hijau yang cantik. Namun sayangnya, pengelolaan wisata tersebut kurang maksimal.

Tujuan dari sosialisasi sadar wisata ini adalah untuk menggerakkan masyarakat agar sadar akan potensi wisata desa yang dimiliki dan juga warga turut untuk cancut taliwondo demi mengembangkan serta menjadikan Desa Wonorejo sebagai desa wisata yang cocok untuk dikunjungi dan memberikan pengalaman yang berkesan.

Koordinator desa kelompok KKN 46 UMM, Mohammad Iqra Syahbani mengatakan program kerja sosialisasi sadar wisata KKN 46 UMM ini memiliki orientasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pengembangan sektor pariwisata. Salah satunya, katanya, dengan menjual potensi Air Terjun Kedung Darmo sebagai ikon wisata alam unik milik Desa Wonorejo yang dapat meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan visi dan misi dari mantan Bupati Kabupaten Malang terpilih, Rendra Kresna, yang memiliki tiga program tingkat kabupaten meliputi pengentasan kemiskinan, lingkungan hidup dan optimalisasi pariwisata. Tindak lanjut dari sosialisasi ini adalah pembuatan Grand Design pengembangan desa yang juga akan dikawal oleh tim KKN 46 UMM Wonorejo yang selaras dengan program kerja utama dengan tujuan menghasilkan suatu ikon Desa Wonorejo yang unik dengan potensi wisata yang dapat dikembangkan secara periodik. 

Selain itu, materi sosialisasi yang diberikan dapat direalisasikan dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sebelumnya masih belum terbentuk. Dalam pembentukan Pokdarwis sendiri harus memenuhi empat kriteria yang meliputi motivator, kreator, fasilitator dan provokator.

Salah satu perangkat Desa Wonorejo, Harto, mengungangkap rasa bangga dengan sosialisasi semacam ini. Beliau merasa sangat terbantu karena kegiatan ini dapat mendukung sektor pariwisata melalui pembentukan Pokdarwis yang sebelumnya belum terbentuk di Desa Wonorejo.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dari KKN 46 UMM yang telah melaksanakan program ini karena membantu kami warga desa untuk membuka pikiran lebih luas dalam pengembangan Desa Wisata Wonorejo salah satunya melalui pembentukan Pokdarwis yang memang belum terbentuk sampai saat ini,” ungkap Harto.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar