Dalam Sepekan, Risma Panen 8 Penghargaan Nasional dan Internasional

  Minggu, 28 Juli 2019   Rahim Asyik
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menemani Vice President of the Province Loire Atlantique, Fanny Salle (kiri) dan Sekjen The United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Bernadia Irawati Tjandradewi (kedua kiri) di Ruang Command Center 112 di Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/6/2019). (Didik Suhartono/Antara Foto)***

Prestasi baik Pemerintah Kota Surabaya maupun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus diapresiasi institusi nasional maupun internasional. Dalam sepekan saja dari tanggal 18 Juli hingga 24 Juli 2019, Pemkot Surabaya dan Risma memborong 8 penghargaan atau total 259 penghargaan sejak Risma menjadi wali Kota Surabaya.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM— Dalam sepekan saja, dari tanggal 18 Juli s.d. 24 Juli 2019, Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih 8 penghargaan, baik nasional maupun internasional.

Penghargaan apa saja? Berikut penghargaannya seperti disampaikan situs ini:

1. Kamis (18/7/2019): Penghargaan Top 99 Sinovik (Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik) 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan RB). Penghargaan itu diberikan untuk program Cak Emus. Cak Emus merupakan singkatan dari Cangkrukan Entrepreneur Muda Surabaya. Penghargaan yang digelar di Hotel Gumaya Tower, Semarang, Jawa Tengah, itu diterima Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser.

2. Senin (22/7/2019): Penghargaan internasional Women Empowerment Award (WEA). Penghargaan diberikan Her Times, media China yang berbasis di Singapura. Her Times adalah majalah yang mengangkat seputar kehidupan perempuan. Biasanya membahas terkait keberhasilan seorang perempuan, profesional, dan juga bisnis. Penghargaan ini didedikasikan kepada perempuan inspiratif dengan keberhasilan masing-masing di bidangnya. Penghargaan diterima langsung oleh Tri Rismaharini di Hotel Mandarin Orchard Hotel Singapore. Risma diganjar penghargaan ini lantaran dinilai berhasil memberdayakan perempuan. Risma memang peduli terhadap perempuan. Kepeduliannya diwujudkan dalam program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, yang rata-rata peserta pelatihannya adalah ibu-ibu rumah tangga. Para ibu itu belajar banyak tentang bagaimana mengolah makanan dan minuman, serta kerajinan tangan (handycraft). Mereka juga diajarkan bagaimana mengemas dan memasarkan produknya pada era saat ini. Dari program tersebut, akhirnya angka kemiskinan di Kota Surabaya semakin menurun. “Tahun 2010, angka kemiskinan di Kota Surabaya mencapai 35%. Saat ini hanya 5%, salah satunya berkat adanya program ini. Pesertanya pun sekarang sudah ribuan,” kata Risma seusai menerima penghargaan itu.

3. Selasa (23/7/2019): Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019 Platinum kategori Kota Besar. Dalam acara ini, Pemkot Surabaya mendapat dua penghargaan. Masing-masing penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019 sektor Infrastruktur.

AYO BACA : Risma Ingin Taman Ngagel Didominasi Bunga Warna Kuning

4. Selasa (23/7/2019): Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019 sektor Pariwisata. Penghargaan nomor 3 dan 4 ini diberikan Tempo Media Group dan Frontier Group di Hotel Pullman, Jakarta. Penghargaan diterima Risma langsung.

5. Selasa (23/7/2019): Penghargaan Kota Layak Anak 2019 dengan predikat Utama.

6. Selasa (23/7/2019): Penghargaan pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang ada di Taman Flora.

7. Selasa (23/7/2019): Penghargaan Puskesmas Ramah Anak yang ada di Puskesmas Tanah Kali Kedinding.

8. Selasa (23/7/2019): Penghargaan Pembina Forum Anak. Penghargaan nomor 5, 6, 7, dan 8 disampaikan pada acara yang sama. Dengan demikian, saat itu Pemkot Surabaya meraih 4 penghargaan sekaligus. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengingat pemberian penghargaan dilakukan bersamaan dengan pemberian penghargaan di Jakarta, penerima penghargaan Kota Layak Anak 2019 diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun.

Dengan demikian, sejak memimpin Kota Surabaya dari tahun 2010 hingga saat ini, Pemkot Surabaya sudah meraih penghargaan 259 penghargaan untuk instansi dan individu. Terdiri dari 233 penghargaan nasional dan 26 penghargaan internasional.

AYO BACA : Inilah Daftar Nama Jalan Baru di Kota Surabaya

Walaupun diganjar banyak penghargaan, Risma selalu menyampaikan bahwa tujuan utama membangun Kota Surabaya bukan penghargaan, melainkan kesejahteraan warga Surabaya. Bagi dia, yang penting adalah bekerja dan terus bekerja demi perbaikan Kota Surabaya.

“Saya pastikan berkali-kali tujuannya bukan untuk penghargaan, tapi tujuan pembangunan Surabaya untuk kesejahteraan warga, itu aja,” kata Tri Rismaharini.

Menurut Risma, berbagai penghargaan itu justru akan terus mendorong dia dan jajarannya untuk lebih bekerja keras lagi. “Terima kasih, mudah-mudahan apresiasi yang terus kami dapat menjadikan kami untuk bekerja lebih keras lagi dalam memberikan kesejahteraan warga,” tuturnya.

Risma yang juga menjabat Presiden United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) berharap, semua penghargaan itu akan menjadikan Surabaya dikenal tak hanya di dalam negeri. “Mudah-mudahan Kota Surabaya bisa lebih dikenal bukan hanya di Indonesia. Tapi dikenal seluruh penjuru dunia,” tutur Risma.

AYO BACA: Inilah Lokasi STNK Keliling di Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Kediri

AYO BACA: 25 Kota/Kabupaten di Jawa Timur Berstatus Siaga Darurat Kekeringan

AYO BACA: Eks-lokalisasi Dolly Akan Disulap Jadi Sentra Batu Akik dan Pasar Burung

AYO BACA : Paling Berat, Proses Pengambilalihan Lahan YKP

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar