Nama Ahok Ramaikan Bursa Pilwalkot Surabaya 2020

  Rabu, 31 Juli 2019   Rahim Asyik
Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan panggilan Ahok atau BTP yang dianggap sebagai kuda hitam dalam Pilwalkot Surabaya 2020. (Instagram @basukibtp)***

Walaupun menganggap kariernya di politik sudah habis, ada saja kalangan yang menganggap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sosok potensial yang kiprahnya di birokrasi tak pantas disia-siakan. Nama Ahok misalnya disebut-sebut sebagai kuda hitam dalam Pilwalkot Surabaya 2020.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM— Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP disebut-sebut sebagai kuda hitam dalam Pilwalkot Surabaya 2020. Padahal Ahok mengaku karier politiknya sudah habis.

"Orang mayoritas beragama sudah mencap saya penista, masyarakat kelas menengah, terutama ibu-ibu, marah karena urusan perceraian saya dan pernikahan saya. Jadi, ya sudah sebetulnya sudah selesai (karier politik)," kata Ahok saat menerima Roosseni Award, Senin (22/7/2019).

"Saya tidak mungkin jadi menteri. Saya ‘kan sudah cacat di republik ini. Bukan pesimis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan," kata Ahok seperti disampaikan di sini.

Walaupun demikian, pemerhati politik dari Damai Center for Social Life, Belina Ho tetap menganggap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa menjadi kuda hitam dalam Pilwalkot Surabaya 2020. “Saya lihat kans terbesar di Pilkada Surabaya nanti ada pada golongan nasionalis dan Nahdliyin. Jika keduanya bersatu, tokoh yang mereka usung akan leading,” kata Belina seperti ditulis di sini.

Di samping menyebut nama Ahok, Belina juga mengusulkan nama lain seperti Gus Hans, Dhimas Anugrah, Hendro Gunawan, Indah Kurnia, Audrey Yu, Agus Yudhoyono, dan Kirana Larasati sebagai sosok yang bisa bertarung dalam Pilwalkot Surabaya 2020.

“Tapi yang harus diingat adalah menjadi wali Kota Surabaya itu tidak mudah. Harus mau serius mendengar keluhan warga dan berani ambil keputusan,” kata Belina.

6 Birokrat Masuk dalam Radar Partai Demokrat

Walaupun prosesnya masih panjang, banyak nama sudah disebut sebagai kandidat yang layak memipin Surabaya setelah Tri Rismaharini selesai menjabat. Partai Demokrat misalnya, menyebut ada 6 birokrat yang masuk dalam radar partai yang berpeluang bisa diusung dalam Pilwalkot Surabaya 2020.

Menurut Komisi Pemenangan Pemilu DPC Partai Demokrat Surabaya Herlina Harsono Njoto, hingga saat ini Partai Demokrat belum merilis nama-nama cawali-cawawali Surabaya. Kendati demikian, Partai Demokrat sudah mengantongi beberapa nama.

AYO BACA : Inilah Tahapan Pilwalkot Surabaya 2020

Dari internal partai misalnya, ada nama Ketua Muda Mudi Demokrat Jawa Timur Bayu Airlangga dan Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renville Antonio.

Dari kalangan birokrat di Pemkot Surabaya, ada nama Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi. "Pak Hendro Gunawan dan Pak Eri Cahyadi di jajaran pemkot memang menempati posisi yang strategis," kata Herlina, Jumat (26/7/2019).

Di samping itu ada nama yang tak kalah populernya sepeti Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Surabaya Erna Purnawati. Lalu Kabag Pemerintahan Kota Surabaya Dedik Irianto, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto.

"Kasatpol PP yang sekaligus menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya ini memperoleh suara terbanyak dengan total 115.504 suara. Belum lagi sederet inovasinya dalam penertiban dan pelayanan masyarakat," ujar Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Surabaya ini.

Begitu juga nama Kepala Dinas Tenaga Kerja Surabaya Dwi Purnomo yang mampu menyinergikan kepentingan pekerja dan pengusaha di Surabaya. Dwi Purnomo juga mantan camat terbaik di Surabaya.

Dari jalur independen ada advokat M. Sholeh yang sudah mendeklarasikan diri sebagai cawali independen. "Boleh dibilang Surabaya memang masih menyimpan segudang calon wali kota maupun calon wakil wali kota. Masa pendaftaran Pilkada Surabaya masih cukup jauh, tentunya para calon harus berupaya untuk mengejar popularitas maupun elektabilitas agar nantinya benar-benar merebut simpati warga Surabaya," katanya.

Partai Demokrat juga menargetkan untuk meraih kemenangan dalam Pilkada Surabaya 2020. "Pada Pilkada Jatim 2018, Partai Demokrat juga sukses meraih kemenangan untuk pasangan calon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Untuk itu tidak aneh kalau kami menargetkan meraih kemenangan juga di Surabaya," kata Herlina.

GP Ansor Dorong Kadernya untuk Maju dalam Perhelatan Pilkada 2020 di Jatim

AYO BACA : Inilah 17 Nama dari Kalangan Milenial yang Potensial untuk Pilwalkot Surabaya 2020

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mendorong kader-kader yang berkualitas tinggi untuk maju pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2020.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan pimpinan pusat GP Ansor sudah melakukan pemetaan. Pemetaan juga akan dilakukan oleh pimpinan wilayah untuk melihat peluang kader Ansor maju pada Pilkada 2020.

"Kalau ada kader Ansor yang mampu dan mendapatkan dukungan, harus didorong. Itu harus satu suara," kata Yaqut, usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Minggu (28/7/2019).

Menurut Yaqut, saat ini sedang dilakukan pemilihan pimpinan wilayah Jawa Timur. Tercatat 3 kandidat yang akan bersaing untuk menempati kursi pimpinan GP Ansor wilayah Jawa Timur. Ketiganya adalah Ahmad Ghufron Siroj, Syafiq Sauqi, dan Moh Abid Umar.

"Tugas pengurus yang baru harus melihat peluang ini. Mana kader yang layak untuk maju," kata Yaqut.

Yaqut mengaku sudah mendapat informasi akan adanya kader GP Ansor yang akan maju dalam perhelatan Pilkada 2020. Mereka memang diperbolehkan untuk berpolitik, tapi tidak diperkenankan membawa organisasi GP Ansor dalam praktik politik.

"Jika ada kader yang berpolitik itu boleh, itu sah, bahkan kita dorong. Akan tetapi, tidak atas nama organisasi," ujar Yaqut.

Sebanyak 19 kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur akan menggelar Pilkada serentak pada 2020. Masing-masing Sumenep, Trenggalek, Surabaya, Banyuwangi, Kota/Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Tuban, Lamongan, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, Jember, Situbondo, Gresik, dan Kabupaten Kediri.

AYO BACA: Vinsensius Awey Kandidat Kuat Calon Wali Kota Surabaya dari Nasdem

AYO BACA: Pertimbangkan Sanksi DKPP Dalam Memilih Ketua Bawaslu Kota Surabaya!

AYO BACA: Dalam Sepekan, Risma Panen 8 Penghargaan Nasional dan Internasional

AYO BACA : Sejumlah Tokoh Siap Ramaikan Pilwalkot Surabaya 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar