Harga Rumah Tahan Gempa Tipe 36 Antara Rp35 Juta Sampai Rp47 Juta

  Kamis, 08 Agustus 2019   Rahim Asyik
Para pekerja sedang membangun rumah tahan gempa Risha. (http://eproduklitbang.pu.go.id/risha/)

Berapa harga rumah tahan gempa? Mahal! Sebenarnya harganya tidak mahal. Rumah tahan gempa tipe 36 berharga antara Rp35 juta sampai Rp47 juta.

BEKASI, AYOSURABAYA.COM— Rumah tahan gempa menjadi salah satu solusi mitigasi bencana di Indonesia. Negara rawan gempa lain seperti Jepang sudah mewajibkan warganya membuat bangunan seperti itu sejak puluhan tahun lalu.

“Tidak bisa tidak, solusinya membuat bangunan atau rumah tahan gempa. Kita bisa contoh Jepang. Ini bisa meminimalisir jumlah korban,” kata Daryono kepada ayobekasi.net, Kamis (8/8/2019).

Banyak yang beranggapan bahwa membuat rumah tahan gempa butuh biaya mahal. Logika sederhana saja, bahan-bahan bangunan yang biasa digunakan saat ini, tak lagi bisa dibilang murah. Apalagi bahan yang diklaim tahan gempa. Tapi, benarkah demikian?

Ditelisik ke situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ternyata pembuatan rumah tahan gempa untuk tipe 36 misalnya, tidak sampai memakan ratusan juta Rupiah.

“Hanya sekitar Rp50 juta per unit tipe 36, sudah lengkap dengan kamar mandinya,” kata Kepala Pulitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR Arief Sabaruddin seperti dikutip situs resmi Kementerian PUPR.

AYO BACA : Sampah Plastik dan Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Warga

AYO BACA: Keunggulan Padi Ratun: Sekali Tanam Bisa 5 Kali Panen

AYO BACA: Mahasiswa Untidar Ciptakan Algapatis untuk Membantu Petani

Kementerian PUPR melalui Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menciptakan Risha yang merupakan kepanjangan dari rumah instan sederhana sehat. Baru diluncurkan akhir tahun 2018 lalu.

Risha adalah rumah dengan konsep knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut.

Struktur bangunan Risha terdiri dari tiga jenis panel yang terbuat dari bahan beton bertulang, semacam paduan semen, pasir, dan kerikil. Panel pertama berukuran lebar 30 cm, tinggi 120 cm, dan tebal 2,5 cm. Panel kedua berukuran lebar 20 cm, tinggi 120 cm, dan tebal 2,5 cm.

AYO BACA : Tahun 2025 Indonesia Punya Mobil ListrikS endiri

Terakhir, panel ketiga sebagai penyambung sudut berukuran lebar 30 cm, tinggi 30 cm, dan tebal 2,5 cm. Semua panel dikelilingi bingkai berukuran 6X10cm. Berapa harga tiap panel?

Masing-masing panel satu, dua, dan tiga, yakni Rp110.000 per meter persegi, Rp100.000 per meter persegi, dan Rp90.000 per meter persegi. Adapun panel dinding Rp160.000 per meter persegi dan panel kusen Rp50.000 per meter persegi.

Sebagai contoh konkret, perincian pembangunan rumah tipe 33 dengan lantai semen pelur, yakni panel struktur (gabungan P1, P2, dan P3) = 142 m2 (Rp14,2 juta), panel dinding = 44 m2 (Rp7,04 juta), panel kusen = 40 m2 (Rp2 juta), atap, kaca, sanitair, daun pintu, finishing, dan lain-lain sekitar Rp24 juta. Totalnya menjadi Rp47 juta.

Perincian harga di atas bisa lebih murah hingga menjadi Rp35 juta jika mengombinasikan panel dinding beton dengan papan gypsum. Pun tidak mutlak karena disesuaikan juga dengan tipe bangunan, luas tanah, dan kondisi keuangan pemilik rumah. (FIRDA PURI AGUSTINE)

AYO BACA: Pertanian Responsif Bisa Tingkatkan Produktivitas Petani Sampai 30%

AYO BACA: Banoo, Pendongkrak Nafsu Makan Ikan Temuan 5 Mahasiswa UGM

AYO BACA: 3 Mahasiswa UMK Temukan Tempat Sampah Berbasis IoT

AYO BACA : Mahasiswa UMP Temukan Celana Terapi untuk Perbaiki Bentuk Kaki Bayi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar