Rambu Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin Dipasang di Gunung Bromo

  Rabu, 28 Agustus 2019   Rahim Asyik
Wakil Konsul Jenderal RRT di Surabaya Liu Qiang (kiri) berbincang dengan Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarmin (kanan) dan Kepala Bagian Administrasi TNBTS Novita Kusuma (tengah) saat meresmikan pemasangan rambu 3 bahasa di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (27/8/2019). Rambu berbahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin ini dibuat untuk memudahkan turis. Bahasa Mandarin dimasukkan seiring dengan meningkatnya kunjungan turis Tiongkok ke Gunung Bromo dalam

Tingginya kunjungan turis asal Tiongkok ke Gunung Bromo di Jawa Timur dalam 5 tahun terakhir ini dan untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tak diinginkan, Konsul Jenderal RRT di Surabaya bekerja sama dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasang 16 rambu peringatan dalam 3 bahasa di Gunung Bromo. Masing-masing bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memasang 16 rambu peringatan dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Mandarin) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menurut Wakil Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Liu Qiang, pemasangan rambu 3 bahasa itu ditujukan untuk memudahkan turis, khususnya dari Tiongkok yang berkunjung ke gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut tersebut.

Alasannya, kata Liu Qiang, kunjungan turis asal Tiongkok ke Indonesia mengalami perkembangan cukup pesat dalam kurun lima tahun terakhir, dan Gunung Bromo merupakan tempat favorit bagi turis asal Tiongkok. ”Gunung Bromo adalah tempat yang sangat ternama dan merupakan tempat wisata menarik bagi warga negara Tiongkok. Jumlah warga negara Tiongkok yang berkunjung setiap tahun terus bertambah. Tahun ini ada 2 juta orang yang berkunjung,” kata Liu Qiang di Probolinggo, Jatim, Selasa (27/8/2019).

AYO BACA : Indonesia Masuk Peringkat Ketiga Negara Tujuan Turis Tajir China

Adanya papan nama semipermanen yang didirikan dengan kerja sama TNBTS itu, kata dia, bisa menjadi petunjuk keamanan serta peringatan bagi turis asal Tiongkok.

AYO BACA: Tari Thengul: Warisan Intelektual Bojonegoro untuk Dunia

AYO BACA: Situs Candi Adan-Adan Bisa Jadi Wisata Museum Kebencanaan

Papan nama berdiri secara tersebar di berbagai titik penting lokasi Gunung Bromo yang berada dalam 4 wilayah yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

AYO BACA : Benteng Kedungcowek Calon Destinasi Wisata Baru di Surabaya

Papan nama 3 bahasa itu berisi tulisan rambu-rambu peringatan dan larangan bagi turis untuk saling menghargai budaya setempat. Salah tulisanya adalah, ”Berprilaku Sopanlah, Hargai Adat Istiadat Suku Tengger”.

Divisi Kepala Administrasi TNBTS, Novita Kusuma mengaku berterima kasih kepada Konjen RRT di Surabaya yang peduli terhadap lokasi wisata Gunung Bromo. ”Kami dari TNBTS mengucapkan terima kasih dengan pemasangan papan informasi dalam 3 bahasa ini, jadi diharapkan bisa membantu turis khususnya dari Tingkok untuk saling menghargai kebudayaan yang berlaku di Tengger,” katanya.

Pemasangan papan 3 bahasa ini juga mengantisipasi tersesatnya turis asing, khususnya asal Tiongkok saat menjelajah beberapa titik wilayah Gunung Bromo, seperti yang terjadi tahun 2018.

Lokasi papan atau rambu 3 bahasa itu di antaranya di tempat turunan masuk Gunung Bromo, dekat kawah gunung, serta penanjakan dan beberapa tempat strategis di Bromo. ”Isi tulisan papan nama itu terkait imbauan dan larangan, serta petunjuk supaya tidak mendekat ke lokasi berbahaya,” tutur Novita.

AYO BACA: Struktur Bangunan Mirip Candi di Lereng Gunung Wilis Tempat Pemujaan

AYO BACA: Wali Kota Kediri Luncurkan Kampoeng Tahu

AYO BACA : Objek Wisata di Malang Harus Punya Merek Sendiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar