Kampus Universitas Lambung Mangkurat Pakai Mobil Listrik untuk Operasional

  Selasa, 03 September 2019   Rahim Asyik
Universitas Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan menambah panjang deretan kampus yang mampu memproduksi mobil listrik di Indonesia. Perlahan tapi pasti inovasi mobil ramah lingkungan terus menerus dilakukan, mempercepat jalan menuju keinginan Indonesia untuk memproduksi mobil listrik sendiri pada 2025. (Antaranews)***

Universitas Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan menambah panjang deretan kampus yang mampu memproduksi mobil listrik di Indonesia. Perlahan tapi pasti inovasi mobil ramah lingkungan terus menerus dilakukan, mempercepat jalan menuju keinginan Indonesia untuk memproduksi mobil listrik sendiri pada 2025.

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT di Kalimantan Tengah mulai memakai mobil listrik untuk operasional kampusnya.

Mobil yang digerakkan dengan motor listrik dari 6 pasang baterai 8 Volt atau 165Ah itu mampu melaju dengan kecepatan maksimal 25 kilometer per jam. Baterai didatangkan dari Amerika Serikat dengan motor DC 48 V DC 3.3 KW/250 A. Baterai itu menghasilkan performa traksi yang superior, kebisingan rendah, kapasitas overload hingga umur pemakaian yang panjang.

Sejauh ini baru satu mobil yang siap pakai. ”Produksi pertama satu unit mobil listrik ini ditempatkan di rektorat. Targetnya, setiap fakultas mempunyai mobil ini ke depannya,” kata Reynaldi Perdana selaku Manajer Non Teknis Wasaka Team ULM di Banjarbaru, Ahad (1/9/2019).

Wasaka Team adalah pencipta mobil ramah lingkungan ini. Tim ini beranggotakan 16 mahasiswa Fakultas Teknik ULM yang berasal dari Prodi Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, dan Teknik Pertambangan.

Menurut Reynaldi, ide mobil berkapasitas penumpang 6 orang itu muncul tahun 2015. Setelah melalui berbagai riset dan uji coba, baru pada Juni 2019 mulai dirakit. Pertengahan Agustus 2019, mobil listrik itu rampung dikerjakan.

”Kelebihan dari mobil listrik ini karena tenaga solar cell 200WP. Jadi, bisa isi daya secara otomatis dengan memperoleh listrik dari sinar matahari,” kata Reynaldi yang masih duduk di semester lima Prodi Teknik Mesin ULM.

AYO BACA : Antasena, Mobil Konsep Hidrogen Ciptaan Mahasiswa ITS Berlaga di London

Total biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan mobil yang mirip mobil yang biasa dipakai di lapangan golf ini sebesar Rp110 juta.

AYO BACA: Uber Akan Uji Internasional Taksi Terbangnya di Melbourne

AYO BACA: LG Kerja Sama dengan Geely Produksi Baterai untuk Mobil Listrik Geely

Rektor ULM H Sutarto Hadi mengapresiasi prestasi mahasiswa dalam pembuatan mobil berwarna kuning serupa jas almamater perguruan tinggi negeri terbesar dan terbaik di Kalimantan itu. Secara simbolis, Sutarto menerima penyerahan mobil dari Dekan Fakultas Teknik ULM Dr Bani Noor Muchamad untuk selanjutnya bisa digunakan keperluan operasional di lingkungan rektorat.

”Tren sekarang memang mobil listrik. Jadi, kami berikan dukungan penuh untuk pendanaan pembuatannya. Ini prototipe pertama, tapi saya berharap mobil ini terus dikembangkan menjadi city car atau sejenisnya dengan kecepatan yang lebih bagus,” tutur Sutarto.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dr Dino Patti Djalal yang kebetulan tengah berada di ULM turut menjajal mobil listrik tersebut. Pria yang dikenal sebagai diplomat ulung kaya pengalaman dan kini menjadi Ketua Dewan Pengawas Indonesia Diaspora Network Global itu mengaku performa mobil listrik karya Wasaka Team sangat impresif.

AYO BACA : Tahun 2025, Indonesia Punya Mobil Listrik Sendiri

”Sangat di luar dugaan saya. Kebetulan saya juga komisaris dari satu perusahaan mobil yang juga ada produksi mobil listrik. Jadi, saya lihat inovatif dan kreatif sekali produk ini. Apalagi digabung dengan panel solar yang bisa mati sendiri kalau sudah penuh. Suaranya juga halus sekali. Saya harap ini bisa dikembangkan terus,” tutur Dino.

AYO BACA: Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan Butuh Inisiatif dan Insentif

AYO BACA: Mobil Ramah Lingkungan: Dukungan Pemerintah dan Kecocokannya di Indonesia

Dino bahkan menantang mobil listrik ULM bisa dibawa ke Jakarta untuk meramaikan event balapan mobil listrik Formula E di Jakarta pada tahun depan. ”Saya sudah bicara dengan rektor. Nanti kita cari celah-celah kerja sama. Mungkin mobil listrik ini diangkut ke Jakarta ikut beraktivitas pada saat gelaran Formula E,” kata Dino.

Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Aneka Pristafuddin yang turut berhadir dalam peluncuran mobil listrik itu juga berkeinginan agar jajarannya bisa menggunakan mobil itu. ”Jika kedepannya mobil ini bisa diproduksi lebih banyak, tentu kami juga ingin memilikinya sebagai bentuk dukungan untuk menggelorakan kendaraan ramah lingkungan,” kata Aneka yang hadir mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani.

Diketahui, mobil listrik ini memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan mobil bermesin pembakaran biasa. Mobil ini misalnya, tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor. Dengan demikian dapat mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil untuk penggerak utamanya.

AYO BACA: Tesla Berencana Produksi Mobil Amfibi yang Bisa Menyelam

AYO BACA: Toyota Pamerkan 3 Mobil Listrik. Salah Satunya Mobil Konsep F-CR

AYO BACA : Scarabée, Mobil Militer yang Bisa Berjalan Seperti Kepiting

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar