Inilah Persamaan dan Perbedaan Mobil Wuling E100 dengan Wuling E200

  Rabu, 04 September 2019   Rahim Asyik
Mobil Wuling E100 dengan dua tempat duduk. (wuling.id)***

Mobil Wuling E100 dan Wuling E200 yang mulai diperkenalkan di Indonesia memiliki sejumlah persamaan dan juga perbedaan. Bila didukung infrastruktur yang memadai, mobil ini bisa mencari tempat parkir dan parkir sendiri. Pengemudi tinggal turun di lobi. Tak tertutup kemungkinan, mobil pintar ini diproduksi di Indonesia.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Mobil penumpang Wuling E100 sudah dipasarkan di Tiongkok sejak Agustus 2017. Setahun kemudian, September 2018, warga Tiongkok diperkenalkan dengan Wuling E200. Kedua mobil itu dipamerkan di ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019) dan Kamis (5/9/2019).

Wuling E200 adalah pelopor intelligent auto driving. Mobil ini pintar mencari tempat parkir dilanjutkan dengan parkir sendiri. Pengemudi tinggal mengoneksikan mobil itu dengan telepon pintarnya.

”Mobil ini dapat mencari parkir sendiri jika kita harus turun di lobi dan begitu juga sebaliknya jika kita sudah selesai. Namun itu semua harus diimbangi dengan infrastruktur yang dapat terhubung dengan internet agar itu bisa berjalan dengan lancar,” kata Product Planning SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), Danang Wiratmoko, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Dari spesifikasinya, Wuling E100 dan Wuling E200 tak jauh berbeda. Keduanya sudah dilengkapi dengan fitur canggih yang dapat menunjang penampilan dan kenyamanan berkendara. Keduanya juga sudah dilengkapi dengan keyless entry, start stop button, electric parking brake (EPB), konektivitas bluetooth dan WiFi, hingga Intelligent Auto-driving dengan pemilihan tiga mode berkendara yaitu Eco, Normal, dan Sport.

AYO BACA : Wuling Perkenalkan Almaz, Mobil dengan Perintah Suara

Kedua mobil listrik asal Tiongkok ini juga sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lengkap mulai dari Electronic Stability Control (ESC), Rear Parking Sensor, Parking Camera, ISOFIX, SRS Airbag, Tyre Pressure Monitoring System (TPMS), hingga sistem deselerasl ABS dan EBD.

Butuh waktu 8-12 jam untuk mengecas penuh baterai mobil ini dengan daya 3300 kW. Namun kalau dicas dengan sumber listrik yang lebih besar, pengecasan selama 5 jam saja sudah membuat baterai mobil ini penuh.

AYO BACA: KPBB Minta Pemerintah Paksa Industri Otomotif Produksi Kendaraan Rendah Emisi

AYO BACA: Kampus Universitas Lambung Mangkurat Pakai Mobil Listrik untuk Operasional

AYO BACA : Fiat-Aurora Garap Mobil Niaga Swakemudi

AYO BACA: Tahun 2025, Indonesia Punya Mobil Listrik Sendiri

Di negara asalnya, Wuling dikenal dengan nama Baojun. Mobil ini punya powertrain listrik dengan baterai lithium. Kondisi baterai yang penuh mampu menghasilkan tenaga sebesar 29 kW dan torsi maksimum 110 Nm. Mobil mampu melaju dengan kecepatan hingga 100km/jam dan jarak tempuh sampai 250 km.

Sedangkan bedanya dengan Wuling E100 adalah dari tingkat kebisingannya. Wuling E100 lebih bising. ”Pengembangan yang paling kerasa dari mobil Wuling E200 ini adalah kurangnya tingkat kebisingan, sehingga E200 lebih kedap. Secara performa sama dengan yang E100,” katanya.

Mobil kecil yang masih menggunakan setir kiri dan bobot kurang dari satu ton ini punya dua tempat duduk. Soal itu tak lepas dari riset yang dilakukan terhadap kebiasaan warga Tiongkok. ”Dua tempat duduk itu memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Tiongkok. Apabila hari kerja, mereka kebanyakan mengisi mobil itu hanya dua orang dan dengan jarak tidak lebih dari 50 km,” kata Danang.

Kendati demikian, kebanyakan warga Tiongkok punya dua mobil berbeda. Satu untuk dipakai pada hari libur dengan membawa keluarga dan satunya lagi untuk kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani mengatakan, Wuling Indonesia belum berniat untuk memasarkan mobil ini di Indonesia dan masih melakukan studi untuk mobil listrik. ”Kita masih menunggu turunan dari menteri yang terkait. Buat kami, karena ini baru, kita juga butuh waktu dan studi lebih dalam untuk mewujudkannya menjadi lebih baik,” kata Dian.

Kendati demikian, Dian tak menutup kemungkinan kalau mobil listrik Wuling diproduksi di pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat. ”Yang jelas, dari awal segala produk untuk Indonesia, kami akan usahakan akan memproduksinya di pabrik kita yang memiliki lahan seluas 60 hektare di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,” kata Dian.

AYO BACA: Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan Butuh Inisiatif dan Insentif

AYO BACA: Mobil Ramah Lingkungan: Dukungan Pemerintah dan Kecocokannya di Indonesia

AYO BACA : Nissan Luncurkan Skyline ProPILOT 2.0 yang Memungkinkan Sopir Lepas Tangan di Jalan Tol

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar