Menristekdikti Optimistis, Indonesia Bisa Produksi Mobil Listrik Tahun 2022

  Rabu, 04 September 2019   Rahim Asyik
Gesits (Garansindo Elecric Scooter ITS), skuter matic pertama di Indonesia hasil kerja sama PT Garasindo dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Setelah Gesits, Indonesia berambisi memproduksi mobil listrik sendiri. (sko.its.ac.id/gesits)***

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir optimistis, Indonesia bisa memproduksi mobil listrik pada 2022. Padahal seperti disampaikan di sini, Nasir sebelumnya berharap, produksi mobil listrik bisa dilakukan tahun 2025. Untuk mewujudkan impian itu, 5 perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia dilibatkan.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir optimistis, Indonesia akan dapat memproduksi mobil listrik pada 2022.

”Kita harapkan nanti di tahun 2022 sudah ada mobil listrik yang diproduksi Indonesia,” kata Mohamad Nasir seusai menyambut peserta kegiatan Jambore Kendaraan Listrik di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Nasir mengatakan pengembangan mobil listrik dilakukan menyusul pengembangan sepeda motor listrik Gesits yang sudah mulai beredar di Indonesia.

Menurut situs ini, Gesits (Garansindo Elecric Scooter ITS) adalah skuter matic pertama di Indonesia. Gesits merupakan hasil kerja sama antara PT Garasindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Gesits diprediksi akan menguasai pasar sepeda motor listrik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara (ASEAN).

Terkait pengembangan mobil listrik, kata Nasir, Indonesia akan mencoba membangun industrinya agar mobil dapat diproduksi di dalam negeri. Apalagi Indonesia punya material yang dibutuhkan untuk pembuatan mobil listrik. ”Kita punya material di dalam ini aluminium. Kita punya perusahaan Inalum,” kata Nasir. Selain itu juga pabrik kobalt di Morowali.

AYO BACA : Tahun 2025, Indonesia Punya Mobil Listrik Sendiri

Sementara baterainya, Nasir berharap dapat diproduksi juga pada 2022.

Kecuali mobil listrik, kata Nasir, kemenristekdikti bersama sejumlah calon investor juga membahas pengembangan bus listrik. Kalau langkah pengembangan terus dilakukan, Indonesia akan menghadapi persaingan yang semakin ketat dari kompetitor mengingat rantai pasokannya ada di dalam negeri semua.

AYO BACA: Kampus Universitas Lambung Mangkurat Pakai Mobil Listrik untuk Operasional

AYO BACA: Antasena, Mobil Konsep Hidrogen Ciptaan Mahasiswa ITS Berlaga di London

Menurut Nasir, ada 5 perguruan tinggi negeri yang turut berperan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia. Kelimanya adalah Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung di Jawa Barat, Universitas Gajah Mada di Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret di Jawa Tengah, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Jawa Timur.

AYO BACA : Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan Butuh Inisiatif dan Insentif

”Lima perguruan tinggi ini punya peran masing-masing,” kata Nasir.

Ada yang fokus pada pengembangan baterai, sistem kontrol, desain, dan lainnya. ”Jadi, masing-masing perguruan tinggi tersebut harus terkait sehingga bisa diwujudkan dalam satu bentuk mobil,” kata Nasir.

Dikatakan Nasir, pengembangan mobil listrik yang dilakukan kelima perguruan tinggi itu didanai oleh pemerintah, yaitu Kemenristekdikti bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun nilai pendanaannya belum diketahui pasti.

Menurut Nasir, Kemenristekdikti akan fokus pada rantai pasokannya terlebih dahulu, termasuk nilai investasinya, sehingga terintegrasi satu sama lain. Sejauh ini, kalangan industri tertarik pada pengembangan dua jenis mobil listrik, yaitu mobil listrik untuk keluarga dan bus listrik.

Sementara itu, ITS diketahui aktif mengembangkan teknologi transportasi ramah lingkungan. Namun, kata Nasir, inovasi yang dilakukan ITS tak ada artinya jika tidak dihilirkan ke industri.

”Kalau bisa dikomersialisasikan, ini akan menjadi prinsipal pertama dari Indonesia,” tutur Nasir.

AYO BACA: Mesin Otomatisasi Karya Anak Bangsa Diminati Pengusaha Meksiko

AYO BACA: Riset tentang Sampah Laut di Indonesia Masih Tertinggal

AYO BACA : Mobil Ramah Lingkungan: Dukungan Pemerintah dan Kecocokannya di Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar