Polisi Bekuk 16 Kurir yang Akan Memasok Narkoba ke Jakarta

  Kamis, 05 September 2019   Rahim Asyik
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz (kanan) didampingi Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M. Zen (kiri) memasukkan barang bukti ke dalam tungku saat rilis dan pemusnahan barang bukti kasus narkoba di Polres Jakarta Barat, Kamis (5/9/2019). Sat Resnarkoba Polres Jakarta Barat mengungkap kasus narkoba jaringan Malaysia-Indonesia dengan mengamankan 16 tersangka serta memusnahkan barang bukti berupa 32.900 gram sabu, 12.982 gram ganja, dan 44.000 butir ekstasi. (Rivan Awal Lingga/Antara Fo

Polisi membekuk 16 kurir narkoba yang diduga merupakan bagian dari sindikat narkoba internasional. Narkoba yang hendak dikirimkan ke Jakarta itu berasal dari Malaysia. Polisi selanjutnya memusnahkan barang bukti berupa sabu 32,9 kg, ekstasi 44.000 butir, dan ganja 12.9 kg.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Sebanyak 16 kurir narkoba terindikasi sindikat narkoba internasional Malaysia dan Indonesia yang akan memasok berbagai jenis narkoba ke Jakarta ditangkap anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Barat.

Kepala Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Erick Frendriz mengatakan bahwa penangkapan berdasarkan pengembangan kasus selama 2 bulan terakhir. Dalam penangkapan itu disita berbagai jenis narkoba.

”Terakhir, kami mengamankan tiga orang dengan barang bukti 3 kg sabu-sabu, kemudian ekstasi 20.000 butir, psikotropika happy five 9.350 butir,” ujar Erick di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Ketiga tersangka yang ditangkap masing-masing dengan peran berbeda. NR (36) misalnya, bertindak sebagai pengendali. NR yang mengatur pengiriman sabu-sabu, ekstasi, dan psikotropika lainnnya dari Malaysia ke Indonesia dengan menggunakan speed boat. Sementara MP (34) dan RC (23) bertugas menjemput barang-barang itu di pelabuhan tikus, Pantai Tanjung Leban, Bengkalis, Riau.

Penangkapan terkini merupakan penindakan narkoba baru yang akan memasuki Indonesia. Barang baru turun dari kapal, dari negara lain.

AYO BACA : Pengalaman Para Mahasiswa Mantan Pencandu Narkoba

AYO BACA: Inilah Ukuran Kawin Kontrak Masuk Kategori Prostitusi

AYO BACA: Inilah Pendapat Para Pakar dan Ulama tentang Kawin Kontrak

Tersangka MP diperintahkan untuk menjemput NR dan RC dan menunggu perintah selanjutnya. Namun, belum sempat mengedarkan, mereka bertiga ditangkap pada tanggal 27 Agustus di sebuah perumahan di Kecamatan Tanah Merah, Pekanbaru, Riau.

Pola seperti itu berlaku juga bagi 13 pelaku lainnya yang telah ditangkap anggota Satnarkoba Polres Jakarta Barat. ”Begitu masuk Indonesia, langsung kami amankan. Ini merupakan pengembangan dari yang pernah kami tangani sebelumnya,” tutur Erick.

Total dari pengungkapan 12 kasus, terjaring 16 tersangka pengedar narkoba yang terjaring anggota Satnarkoba Polres Jakarta Barat dalam periode Juni hingga Agustus dengan temuan barang bukti sabu 32,9 kg, ekstasi 44.000 butir, dan ganja 12.9 kg. Selanjutnya barang-barang itu dimusnahkan dengan insinerator.

AYO BACA : Pengamat: Urbanisasi Berkelanjutan Bukan Pilihan, Tapi Keharusan

Atas perbuatannya, 16 tersangka terjerat Pasal 114 Ayat (2) sub Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sebagai informasi, Jakarta adalah daerah target peredaran narkoba-narkoba itu. Data Polda Metro Jaya yang terekam Badan Pusat Statistik DKI pada 2014 mencatat bahwa Jakarta Pusat merupakan titik paling rawan dengan 896 tindak kejahatan narkoba. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya di DKI Jakarta.

Selanjutnya adalah Jakarta Barat dengan 892 tindak kejahatan narkoba disusul Jakarta Selatan. Selengkapnya lihat di sini.

AYO BACA: Pasangan Suami-Istri Pasang Tarif Rp5.000 pada Anak-anak yang Mau Menonton Adegan Seksnya

AYO BACA: Orangtua yang Membiarkan Anaknya Menonton Perbuatan Tak Senonoh Harus Diberi Sanksi

AYO BACA : Lika-liku Masalah Sampah di Ibu Kota

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar