Rektor ITS: Jaringan 5G Akan Memudahkan Kuliah Virtual

  Sabtu, 07 September 2019   Rahim Asyik
Rektor ITS Mochamad Ashari saat memberi sambutan lewat teknologi hologram di Gedung Robotika ITS, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019). Sambutan diberikan terkait dengan uji coba 5G bersama 3 Indonesia. (its.ac.id)***

ITS bekerja sama dengan operator seluler 3 (Tri) dan Kominfo melakukan uji coba jaringan 5G. Jaringan 5G ini bisa memaksimalkan pengembangan teknologi. Untuk keperluan praktis di kampus, jaringan 5G akan memudahkan penyelenggaraan kuliah virtual.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM—Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan  operator seluler 3 (Tri) Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan uji coba jaringan 5G bertajuk Future is Now #IndonesiaTanpaBatas di Gedung Pusat Robotika ITS, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).

Uji coba jaringan 5G itu dihadiri langsung oleh Rektor ITS Mochamad Ashari. Dalam sambutannya yang sempat ditampilkan lewat teknologi hologram, Ashari mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi 5G akan mengubah seluruh sektor kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan.

Menurut Ashari, ITS sebagai digital eco campus menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jaringan komunikasi ini. Dikatakannya, kolaborasi teknologi informasi dan industri merupakan sebuah keniscayaan. ”Yang menjadi tugas bersama adalah bagaimana teknologi 5G ini mampu dimanfaatkan oleh kampus serta industri,” kata Ashari seperti disampaikan di sini.

Terkait masa depan pemanfaatan jaringan 5G oleh ITS, Ashari memaparkan bahwa jaringan 5G sangat disambut baik oleh sivitas akademika ITS. Menurutnya, banyak riset yang bisa dilakukan baik oleh mahasiswa maupun dosen ITS yang membutuhkan jaringan 5G untuk memaksimalkan teknologi yang dibuat.

”Misalnya riset robot autonomous yang diprakarsai mahasiswa ITS. Kekalahan yang sempat dialami tim robotika ITS di Korea beberapa waktu lalu disebabkan oleh ketertinggalan penggunaan jaringan kita yang masih menggunakan 4G,” tutur Ashari.

AYO BACA : Antasena, Mobil Konsep Hidrogen Ciptaan Mahasiswa ITS Berlaga di London

Menurut Ashari, sejak tahun 2012 ITS melakukan riset terhadap frekuensi yang dapat digunakan oleh jaringan 5G. “Selain itu, ITS telah banyak memiliki riset berkaitan dengan Internet of Things (IoT), kecerdaaan buatan (AI), serta cloud computing yang akan sangat terbantu dengan kehadiran 5G,” tutur Ashari.

Selain itu, kata Ashari, perkembangan jaringan telekomunikasi tersebut juga akan berpengaruh pada sistem pembelajaran kampus ke depannya. Menurutnya, keberadaan 5G akan memudahkan kuliah secara virtual. Meskipun ITS beberapa kali telah menerapkan kelas virtual dalam pembelajaran, Ashari optimistis ketersediaan jaringan 5G akan jauh memudahkan program tersebut.

”Saat ini (kuliah virtual di ITS) belum pakai hologram, namun selama jaringan 5G tersedia maka fiturnya akan lebih lengkap nantinya,” jelas Ashari.

AYO BACA: 3 Mahasiswa UMK Temukan Tempat Sampah Berbasis IoT

AYO BACA: Banoo, Pendongkrak Nafsu Makan Ikan Temuan 5 Mahasiswa UGM

AYO BACA : Kampus Universitas Lambung Mangkurat Pakai Mobil Listrik untuk Operasional

Ashari juga menjelaskan bahwa sistem kelas virtual yang didukung jaringan 5G ini akan memungkinkan ITS untuk menjangkau mahasiswa yang berada di daerah yang jauh. Dengan demikian, ”pembelajaran tidak harus dilakukan dengan bertemu muka di Surabaya,” kata Ashari.

Sementara itu, Kepala Kantor Pemasaran 3 Indonesia, Dolly Susanto menyatakan, banyak tantangan baru bagi generasi muda di dunia modern ini. Menurutnya, jaringan internet yang handal memudahkan pemuda untuk belajar dan berkarya untuk global. “Maka penting bagi kami berkolaborasi dengan institusi pendidikan guna membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia,” tutur Dolly.

Tidak hanya itu, sebagai dukungan nyata terhadap peningkatan SDM unggul Indonesia, 3 Indonesia dan ITS juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pemberian beasiswa sebesar Rp 100 juta dari 3 Indonesia untuk mahasiswa ITS.

Dukungan juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, Ismail MT. Sebagai fasilitator dan akselerator dalam acara tersebut, Ismail menambahkan bahwa jaringan 5G tidak hanya menekankan pada kecepatan transfer data, tetapi juga menekankan pemanfaatan di sektor-sektor prioritas lainnya, contohnya pendidikan.

”Dengan ini, dosen di kampus ternama seperti ITS dapat mengajar mahasiswa di daerah terpencil tanpa berpindah tempat dan terhalang delay jaringan,” kata Ismail.

AYO BACA: Mahasiswa UMP Temukan Celana Terapi untuk Perbaiki Bentuk Kaki Bayi

AYO BACA: 3 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Ciptakan Sinpangsir

AYO BACA : Mahasiswa Untidar Ciptakan Algapatis untuk Membantu Petani

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar