Aroma Lemon Bisa Membuat Orang Merasa Langsing

  Kamis, 19 September 2019   Rahim Asyik
Lemon punya manfaat lebih selain untuk mengatasi mabuk. Dengan mencium aroma lemon saja, orang akan merasa lebih langsing. (Pixabay)***

Penciuman dan pendengaran ternyata bisa memanipulasi citra orang terhadap tubuh dan semangatnya. Mencium aroma lemon misalnya, bisa menyebabkan orang merasa lebih langsing. Namun mencioum aroma vanila bisa membuat orang merasa lebih gemuk. Demikian halnya dengan frekuensi suara yang bisa memicu mood.

SUDAH lazim diketahui bahwa lemon dapat membantu Anda mengatasi mabuk. Akan tetapi, manfaat lemon ternyata tak hanya itu. Lemon punya daya sugestif yang canggih. Sebuah riset yang dilansir The Indian Express menyebutkan bahwa lemon juga dapat membuat seseorang merasa lebih langsing. Hanya dengan menciumnya saja.

Dalam artikel berjudul ”As Light As Your Scent: Effects of Smell and Sound on Body Image Perception” disebutkan bahwa rangsangan terhadap penciuman dan pendengaran bisa mengubah cara kita memandang tubuh kita. Aroma lemon misalnya, membuat yang menciumnya merasa langsing. Sebaliknya, aroma vanila membuat yang menciumnya merasa lebih gemuk.

AYO BACA : Cafe Anti Galau, Nestcology di Semarang

Dalam temuan yang dipresentasikan di ajang IFIP Conference on Human-Computer Interaction itu dieksplorasi hubungan antara bau dan bentuk tubuh. Tim peneliti menunjukkan, citra yang kita miliki tentang tubuh kita akan berubah bergantung pada rangsangan yang didapat lewat penciuman dan pendengaran. Aroma tertentu membuat yang menciumnya merasa lebih langsing atau lebih gagah.

Demikian halnya dengan pendengaran. Pada 2015, Universidad Carlos III de Madrid berkolaborasi dengan University Collge London dan University of London’s School of Advanced Study mengembangkan alat yang dipasang di sepatu. Alat ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana persepsi kita tentang tubuh berubah ketika spektrum frekuensi langkah-langkah yang diambil selama aktivitas fisik dimodifikasi secara waktu nyata.

AYO BACA : Sport-artainment: Mengawinkan Olahraga, Seni, dan Hiburan

”Saat frekuensinya ditingkatkan, penggunanya merasa lebih ringan, lebih bahagia, berjalan lebih aktif, dan merasa lebih mudah untuk berolahraga,” kata Ana Tajadura-Jimenez. Ana adalah dosen di Computer Science and Engineering Department at the UC3M sekaligus salah seorang penulis dari kedua riset di atas.

Pada 2017, teknologi yang mendasarkan diri pada rangsangan audio ini berhasil mengobati orang dengan rasa sakit kronis. Pada 2019, teknologinya dikembangkan ke arah memicu aktivitas fisik. Kalau dikombinasikan dengan riset tentang rangsangan terhadap penciuman dalam pendengaran, hasilnya bisa berpengaruh besar terhadap persepsi tentang citra tubuh.

AYO BACA: Gaya Hidup Lari: Antusias Warganya, Tidak Siap Infrastrukturnya

AYO BACA: 6 Kiat Agar Hasil Jepretan Kamera Polaroid Kamu Bagus

AYO BACA : Merek Tak Harus Logo, Tapi Bisa Berupa Citra atau Pesona Unik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar