Kontra PSM Ditunda, Persebaya Fokus ke Laga Tira Persikabo

  Sabtu, 02 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Penyerang sayap Persebaya Manuchekhr Dzhalilov (kedua kiri) bersama rekannya Damian Emanuel Lizio (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PS Barito Putera saat pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/7). (Antara/Moch Asim)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Aji Santoso pelatih Persebaya Surabaya mengaku diuntungkan atas putusan penundaan laga melawan PSM Makassar.

Dengan demikian, tim berjuluk Bajul Ijo bisa memiliki waktu yang lebih lama untuk fokus menghadapi tuan rumah Tira Persikabo dalam lanjutan Liga 1 2019.

"Jujur kami justru sedikit diuntungkan dengan ditundanya laga melawan PSM, karena memberikan waktu yang sedikit lama untuk persiapan menghadapi pertandingan berikutnya," ungkap Aji Santoso seperti dilansir dari Suara.com dan laman resmi Persebaya.

AYO BACA : Ahmad Dhani Maju di Pilkada Surabaya 2020

Untuk diketahui, laga melawan Tira Persikabo akan digelar pada 9 November nanti. Agenda latihan hingga hari Rabu depan pun juga sudah disusun.

Sebelumnya, pada latihan kedua, Jumat (1/11/2019) kemarin, Aji Santoso memberikan menu simulasi permainan. Tujuannya agar bisa mengetahui bentuk permainan yang diinginkan oleh nya.

"Kita tadi banyak latihan bentuk permainan. Mulai dari small, medium, hingga large set game, untuk menanamkan bentuk permainan yang sesuai dengan karakter Persebaya," ujar mantan pelatih Timnas Indonesia itu.

AYO BACA : Risma Disebut NasDem Kerap Pencitraan, PDIP: Itu Berlebihan

Selain karakter permainan, Aji juga ingin mengembalikan mentalitas pemain. Seperti diketahui, Bajul Ijo pada laga sebelumnya mengalami kekalahan memalukan atas PSS Sleman di kandang sendiri.

"Dari segi mental, Persebaya terkenal bermain agresif, tidak kenal lelah dan ngeyel, itu juga yang coba saya kembalikan," kata mantan kapten Persebaya aat juara Liga Indonesia pada 1997 tersebut.

Lebih lanjut, Aji Santoso juga mengatakan bahwa pendekatan yang ia lakukan sudah terlihat efeknya. Ia sudah merasakan kemajuan dari para pemainnya.

"Kita baru latihan dua kali, tapi saya sudah melihat aura positif dari para pemain. Mulai dari situasi, suasana, dan agresifitas anak-anak dalam menjalankan instruksi sudah bagus dan antusias," tandas pelatih 49 tahun itu.

AYO BACA : Sejarah Toko Buku Legendaris MI Prawira-Winata

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar