Benarkah Ada Perpecahan di Pemkot Surabaya Jelang Pilkada 2020?

  Sabtu, 02 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Republika/Dadang Kurnia)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Sejumlah pejabat Pemkot Surabaya membantah adanya isu perpecahan di antara pejabat jelang Pilkada 2020.

Untuk diketahui, isu perpecahan ini pertama kali diungkap oleh politikus NasDem di DPRD Surabaya, Imam Syafi'i.

"Kabar itu tidak benar. Saya orang pemkot tidak pernah mendengar apalagi sampai rasan-rasan ke DPRD Surabaya," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Sabtu, (2/11/2019).

Menurut dia, pihaknya tetap satu komando tegak lurus kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tetap solid dibawa komando wali kota dan satu komando di dalam pelayanan kepada warga Surabaya.

Hal yang sama juga dikatakan Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. Ia menegaskan selama ini kinerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya sudah berjalan sesuai tupoksi yang ada dan masing-masing OPD juga solid dibawa komando wali kota.

AYO BACA : NasDem: Risma Jangan Baper, Kritik Bentuk Perhatian

"Di sini kerja tim dibawa komando ibu Wali Kota. Salah satu bukti nyata saat ada giat. Melalui 112, kalau ada kejadian selalu royokan di antara OPD," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M.Fikser mengatakan bahwa adanya kabar perpecahan di internal Pemkot Surabaya menjelang Pilkada Surabaya 2020 tidak benar.

"Itu opini yang dibuat-buat. Itu isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita tidak ada urusannya dengan Pilkada Surabaya. Kita bekerja sesuai tupoksi," katanya.

Fikser mengaskan, jika ada kepala OPD Pemkot Surabaya yang menyebut ada perpecahan berarti kepala OPD itu sudah berpolitik dan itu sudah ada UU yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) berpolitik.

"Saya balik bertanya kepada Pak Imam Syafii (politikus NasDem), jika ada kepala OPD yang bilang perpecahan, maka sebutkan siapa saja kepala OPD itu. Biar itu tidak menjadi isu," katanya.

AYO BACA : Khofifah Sebut Stadion GBT Bau Sampah, Pemkot: Bisa Diatasi

Pernyataan Kasatpol PP dan Kabag Humas tersebut menindaklanjuti adanya komentar dari politikus NasDem sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Dmeokrat-NasDem, Imam Syafii pada saat menanggapi jawaban Wali Kota atas pandangan fraksi-fraksi terkait RAPBD Surabaya 2020 beberapa hari lalu.

Imam saat itu sempat mengkritisi Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi yang dinilai turun ke lapangan karena bakal ikut Pilkada Surabaya 2020.

"Ini kan mau pilkada, saya langsung saja, Kepala Bappeko itu sering offside. Hal-hal yang seharusnya dikerjakan kepala dinas langsung dikerjakan sendiri. Sampai masuk-masuk ke kelurahan segala dan menjanjikan ke RW-RW akan mengakomodir programnya. Sampai menjanjikan kalau tidak bisa bakal mundur. Ini kan tidak benar," kata Imam.

Imam mengingatkan agar Kepala Bappeko Surabaya bekerja sesuai tugas dan fungsinya. "Hanya sampai perencanaan saja. Kalau sudah sampai program atau apa lainnya kan sudah offside," kata Imam.

Selain itu, Imam juga menyampaikan kepada pengurus DPP NasDem, Effendi Choirie atau Gus Choi yang dikutip dari media daring bahwa alasan protesnya tersebut juga menampung aspirasi dari kepala OPD di Pemkot Surabaya.

Hal ini dikarenakan selama ini ada rasan-rasan atau keluhan dari kepala dinas, kepala bagian atau kepala bidang di Pemkot Surabaya.

AYO BACA : Kontra PSM Ditunda, Persebaya Fokus ke Laga Tira Persikabo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar