Cabuli 15 Siswa, Jaksa Tuntut Instruktur Pramuka Hukuman Kebiri

  Selasa, 05 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pencabulan (Sumber: MgRol_92)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Kasus hukum instruktur Pramuka Rahmat Santoso Slamet (30) terdakwa kasus pencabulan 15 siswa telah mendekati babak akhir.

Dalam sidang, oleh jaksa, Slamet dituntut hukuman 14 tahun penjara. Tak hanya itu, Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur juga menuntut sang predator anak itu dengan hukuman kebiri. Demikian dilansir dari Suara.com, Selasa (5/11/2019).

AYO BACA : Bongkar Skandal Aibon, William Terancam Dipecat dari DPRD DKI

Dalam sidang yang digelar tertutup ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania juga meminta pada hakim agar terdakwa dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan.

Selesai sidang, JPU Sabetania enggan memberikan komentar. “Ke pimpinan saja ya saya masih ada sidang lagi,” ujarnya, dikutip dari Beritajatim.com, Senin (4/11/2019) kemarin.

AYO BACA : Buntut Rusuh, Persebaya Ajukan Banding ke PSSI

Terdakwa melakukan perbuatannya pada pertengahan 2016 hingga 2019. Modusnya sederhana, terdakwa mengajak beberapa siswa datang ke kediamannya dengan suatu alibi memberikan binaan khusus tentang ilmu kepramukaan.

Sedikitnya ada 15 anak dibawah umur yang menjadi korbannya. Para korban merupakan siswa binaan ekstrakulikuler dari lima SMP dan satu SD di Kota Surabaya.

Pendamping hukum korban pencabulan dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) Muhammad Dewangga Kahfi menyebut, bahwa tuntutan yang diterima terdakwa Rahmat Santoso setimpal dengan perbuatannya.

“Tuntutan yang diterima 14 tahun denda Rp 100 juta. Untuk kebiri kimianya belum tahu berapa tahunnya,” ujar Kahfi usai persidangan.

Menurutnya sangat adil, lantaran banyaknya korban dan pengakuan korban. Di mana dia juga menilai kasus tersebut sudah mengarah ke pedofil.

AYO BACA : Suryono Dibunuh Calon Suami Istrinya, Mayat Dicor di Musala

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar