Polisi Malang Tangkap Penjual Gadis 15 Tahun ke Tempat Hiburan

  Rabu, 06 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi perdagangan manusia (pixabay.com)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Kepolisian Resort Malang berhasil membongkar praktik tindak pidana perdagangan dan eksploitasi anak di bawah umur.

Kepolisian telah mengamankan satu orang tersangka perempuan berinisial TR berusia 32 tahun dalam kasus tersebut.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan orang tua korban ke Polsek Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Pihak Orang tua meminta bantuan polisi untuk menjemput anak mereka di salah satu tempat hiburan karaoke.

AYO BACA : Cangkul Masih Impor, Jokowi: Kebangetan!

"Setelah kami selidiki, anak tersebut masih berusia 15 tahun. Tersangka TR kami tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena perdagangan dan eksploitasi anak sebagai pekerja penghibur," kata Ujung, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (6/11/2019).

Ujung menjelaskan, tersangka TR memiliki empat orang pekerja perempuan pada tempat hiburan karaoke yang berada di wilayah Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Dua dari empat pekerja perempuan tersebut, masih berusia 15 tahun, yakni SA dan PA.

Ujung menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, korban memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga palsu. KTP tersebut, disiapkan oleh tersangka agar status korban bukan tidak lagi sebagai anak di bawah umur. Tersangka juga melarang para korban keluar dari rumah.

AYO BACA : Anggaran untuk Para Pembuat Pidato Anies Capai Rp392 juta

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut Ujung, para perempuan termasuk anak di bawah umur tersebut bekerja sebagai pemandu karaoke. Bahkan, para korban tersebut juga kerap kali harus melayani nafsu lelaki hidung belang yang menjadi pelanggan di tempat hiburan tersebut.

"Dari hasil transaksi dengan lelaki hidung belang itu, tersangka mendapatkan bagian sebesar 15 persen. Tarif yang dikenakan ke lelaki hidung belang, berkisar antara Rp200-Rp300 ribu," kata Ujung.

Untuk korban PA, sudah dieksploitasi oleh tersangka sejak Agustus 2019, sementara SA sejak 31 Oktober 2019. Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp300.000 dan satu buah KTP yang diduga palsu.

Modus yang digunakan pelaku adalah, korban direkrut, ditampung, dan dipekerjakan sebagai penghibur di tempat hiburan karaoke yang dimiliki tersangka.

Tersangka TR dijerat dengan dengan pasal 83 Jo, Pasal 76F dan Pasal 88 Jo 76I Undang-Undang tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23/2002 Tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Tersangka yang mengaku bekerja sendiri tersebut, diancam dengan hukuman penjara di atas 15 tahun.

AYO BACA : Atap SDN Gentong Ambruk, DPRD Jatim Tuntut Ini ke Pemda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar