Nettox, Jam Tangan Pintar untuk Atasi Kecanduan Gawai

  Jumat, 08 November 2019   Rahim Asyik
Nettox Watch temuan tiga mahasiswa Universitas Indonesia. Nettox bisa membantu penggunanya mengatasi kecanduan gawai. (www.ui.ac.id)***

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Tiga mahasiswa Universitas Indonesia berhasil menemukan alat untuk mengatasi kecanduan internet. Alat yang disebut Nettox Watch itu memang berupa jam tangan pintar (smart watch).

Kantor berita Antara, Kamis (7/11/2019), melaporkan, Nettox adalah singkatan dari internet detox atau detoksifikasi daring.

Menurut situs ini dan ini, Nettox Watch dapat mendeteksi tingkat penurunan variabilitas detak jantung dan mencatat waktu aktivitas internet pengguna secara real-time. Dengan alat itu, orang yang terdeteksi telah menggunakan internet secara berlebihan akan diberi peringatan agar berhenti.

Nettox Watch ditemukan oleh Irfan Budi Satria (Teknik Elektro Tahun Angkatan 2016 Fakultas Teknik (FTUI)), Nabila Ayu Budianti (Biologi 2016 Fakultas MIPA (FMIPA)), dan Alhuda Reza Mahara (Teknik Komputer2016 FTUI) di bawah bimbingan dosen FTUI Arief Udhiarto.

Teknologi yang digunakan dalam Nettox Watch adalah terapi berbasis biofeedback, yaitu menggunakan sinyal-sinyal biologis tubuh untuk memberi peringatan kesehatan kepada pengguna yang menggunakan internet di telefon genggamnya secara berlebihan mengingat dampak negatifnya terhadap kesehatan, seperti penurunan variabilitas detak jantung (HRV).

AYO BACA : Deteksi Kandungan Boraks dan Formalin dengan Bunga Kencana Ungu

Menurut Irfan Budi Satria, pembuatan Nettox Watch terinspirasi perangkat wearable dengan sensor kesehatan yang semakin canggih, seperti Xiaomi Mi Band. ”Wearable Nettox ingin membawa teknologi ini semakin jauh dengan menggunakan data dari sensor untuk mengindikasi apakah pengguna mengalami penurunan kesehatan akibat penggunaan internet berlebihan,” kata Irfan.

AYO BACA: Aplikasi Pendidikan Kejar.id, dari SMK Wikrama untuk Indonesia

AYO BACA: Antasena, Mobil Konsep Hidrogen Ciptaan Mahasiswa ITS Berlaga di London

Saat ini, Nettox Watch masih berupa purwarupa. Dalam penggunaannya, kata Irfan, jam tangan pintar ini akan berbeda pada masing-masing pengguna mengingat adanya fitur personalisasi berupa informasi kondisi fisik pengguna yang akan mempengaruhi bacaan variabilitas detak jantung, dan preferensi pengguna untuk menerima feedback seperti apa (visual, auditori, kinestetik) yang ingin diterima dari Nettox Watch.

Nettox Watch diharapkan dapat menjadi sebuah jam tangan pintar yang wearable yang cocok digunakan oleh para remaja generasi milenial dan juga membantu mereka untuk mengontrol penggunaan internetnya.

AYO BACA : Menristekdikti Optimistis, Indonesia Bisa Produksi Mobil Listrik Tahun 2022

Sejauh ini, uji coba penggunaannya sudah dilakukan kepada mahasiswa bernama Tyas Sisianindita yang menghabiskan hampir 8 jam sehari dengan gawainya. ”Saya sadar bahwa saya kecanduan,” kata Tyas seperti dilansir Reuters, Rabu (6/11/2019).

Tyas biasa menggunakan telefon pintarnya hingga 5 jam pada malam hari.

Pada Nettox terdapat sensor pengukur kandungan oksigen pada sel darah merah (hemoglobin oxygen levels) dan pengukur detak jantung (heart rate variability/HRV).

Berdasarkan pengukuran normal melalui Nettox, ukuran HRV Tyas ada di angka 44 dari skala normal menurut American Psychological Association yakni 60 untuk usia 18 sampai 25 tahun.

Nettox kemudian memperingatkan pengguna gawai jika kadar HRV dan kadar oksigen dalam darah merah mereka turun. Kalau mendapat peringatan itu, pengguna dapat segera meletakkan gawainya.

AYO BACA: Tahun 2025, Indonesia Punya Mobil Listrik Sendiri

AYO BACA : Rektor ITS: Jaringan 5G Akan Memudahkan Kuliah Virtual

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar