Tersangka Atap Roboh Sering Curang dalam Proyek Bangunan

  Senin, 11 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Dua tersangka berinisial S dan D dalam kasus robohnya atap SDN Gentong yang menewaskan siswa dan murid. (Suara.com/Achmad Ali).

SURABAYA, AYOSUBAYA.COM -- Polda Jatim akhirnya mengungkap fakta baru terkait kasus robohnya atap SDN Gentong Kota Pasuruan yang menewaskan dua orang dan belasan lain luka-luka.

Terkait penetapan dua tersangka dari pihak kontraktor ini ternyata ada pengurangan bahan bangunan saat SD ini diperbaiki. Bahkan, tersangka D memang kerap bermain curang dalam menggarap proyek-proyek lain di Pasuruan, Jawa Timur.

Pengakuan tersangka D, sebelum dia mengerjakan proyek SDN Gentong, beberapa kali dia mendapat proyek bangunan di beberapa tempat. Yang dia lakukan sama, untuk mendapat keuntungan lebih, dia mengurangi bahan bangunan seperti besi, pasir, semen dan bahan lainnya.

AYO BACA : Seleksi CPNS 2019, Pemprov Jatim Terima 1.817 Formasi

"Saya juga mengurangi spesifikasi bahan saat mengerjakan proyek lainnya," aku D di depan wartawan Polda Jatim, Senin (11/11/2019).

Pemilik CV Andalus ini menjelaskan, dari beberapa proyek yang dia kerjakan, baru kali ini dia mengalami nasib nahas dan harus berurusan dengan pihak kepolisian.

"Baru kali ini bangunan roboh," ujarnya seperti dikutip dari Suara.com.

AYO BACA : Tersangka Atap Sekolah Ambruk Tak Punya Pengetahuan Konstruksi

Di depan D, polisi bahkan menunjukkan rapuhnya bangunan yang dikerjakan tersangka. Lewat alat hummer test, polisi memperlihatkan adanya bahan-bahan bangunan yang sengaja dikurangi tersangka.

"Alat hummer test menunjukkan kekuatan beton ini hanya 10. Harusnya kekuatannya 20," kata Dirreskrimum Polda Jatim Gidion Arif Setyawan.

Kekinian, polisi telah menjerat D dengan pasal 359 karena kelalaian hingga menimbulkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sekadar diketahui, dalam insiden ambruknya atap SDN Gentong I, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa 5 November 2019, menewaskan dua orang. Satu dari siswa dan satu guru.

Polda Jatim telah menetapkan dua tersangka dari empat saksi yang diperiksa. Keduanya berinisial S dan D dari pihak swasta yang merupakan kontraktor dari CV ADL dan DHL.

AYO BACA : Kemenristek Tertarik Kembangkan Industri Dua Produk dari Unair

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar