Kisah Kakek Nikahi Janda 28 Tahun: Bertemu di Hutan Madiun

  Kamis, 28 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pasutri Radi dan Reda Vadela (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

MADIUN, AYOSURABAYA.COM -- Kisah cinta Radi, kakek berusia 70 tahun yang menikahi perempuan berusia jauh di bahwahnya menggegerkan warga Madiun.

Warga Kecamatan Mejayan tersebut menikahi Reda Vadela yang usianya baru menginjak 28 tahun pada 12 September lalu.

Pasangan beda usia ini melangsungkan pernikahannya pada Rabu (27/11/2019) kemarin. Pesta pernikahan berlangsung di Balai Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan.

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Krajan, Kamis (28/11/2019) siang, pasangan Radi dan Dela itu terlihat keluar dari rumah dengan wajah semringah. Pasangan itu kemudian menyalami satu per satu wartawan yang mendatangi rumahnya.

Radi mengaku lega setelah menikahi perempuan pujaannya itu. Pesta pernikahannya sudah terlaksana secara sederhana di balai pertemuan kelurahan setempat pada Rabu kemarin.

"Alhamdulillah sudah sah jadi suami istri. Saya lega," kata Radi.

Seperti Radi, Dela juga mengaku senang setelah menikah dengan Radi, pria pujaannya itu. Ia mengaku menyukai Radi karena menurutnya kakek-kakek itu merupakan sosok yang dewasa dan bertanggung jawab.

AYO BACA : Video Panas 'Main Empat' Bikin Geger Warga Bali

"Saya suka karena beliau sosok yang bertanggung jawab. Selain itu juga lebih dewasa," ujar dia.

Bertemu di Hutan

Kisah cinta pasangan ini menjadi fenomenal lantaran perkenalan mereka terjadi di dalam hutan di kawasan Kabupaten Madiun.

Bibit cinta mereka bersemi saat keduanya bertemu di Hutan Saradan empat bulan silam. Kala itu, Radi memiliki kesibukan menanam jagung di salah satu kawasan hutan tersebut.

"Saya bertemu Dela pertama kali di hutan Saradan. Saat itu saya sedang menanam jagung," kata Radi.

Saat itu, Radi ingat betul, terik matahari yang menyengat membuatnya dehidrasi. Pun di saat yang sama, bekal air minumnya telah habis hingga, akhirnya Radi memberanikan diri meminta minuman kepada Dela.

Dari seteguk air itu, Radi memulai perkenalan dengan Reda dan intensif berkomunikasi. Tak lupa, Radi meminta alamat perempuan itu. Buah komunikasi yang intensif tiap malam minggu pun menghasilkan hubungan yang tak biasa, hingga akhirnya Radi memberanikan diri melamar sang pujaan hatinya.

AYO BACA : Semen Padang Tahan Imbang Persebaya: 1-1

Radi langsung menemui orang tua Dela di rumahnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Saya setiap malam Minggu biasanya main ke rumahnya. Kalau bahasa anak sekarang ngapeli. Saya ya cuma main di rumahnya saja," ujar dia.

Pun hingga akhirnya, pria yang sudah menikahi sembilan wanita ini memberanikan diri untuk menikahi Dela. Keinginan untuk membina rumah tangga bersama sang kekasih disambut dengan tangan terbuka oleh Dela.

Wanita yang sudah menjanda satu setengah tahun karena suaminya meninggal itu pun menerima pinangan kakek Radi.

"Pernikahan ini sudah direstui orang tua saya. Orang tua saya menyerahkan sepenuhnya kepada saya," kata Dela.

Ia membenarkan pertemuannya dengan kakek Radi pertama terjadi pada empat bulan lalu di hutan Saradan. Kala itu, ia sedang mencari kayu di hutan untuk dijual.

"Pekerjaan saya ya memang mencari kayu bakar. Saya sedang mencari kayu di hutan kemudian lihat Mbah Radi. Saat itu ya belum ada rasa apa-apa," katanya.

Reda yang mengenyam pendidikan hingga lulus sekolah dasar ini mengaku bahagia dinikahi Radi. Menurutnya, Radi merupakan sosok yang penuh tanggung jawab dan lebih dewasa.

"Saya menyukainya karena sopan dan lebih dewasa. Itu yang membuat saya cinta," ujarnya.

AYO BACA : AKBP Leo Resmi Jabat Posisi Kapolresta Malang Kota

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar