Gus Hans Protes Ojol Demo dengan Rekayasa Salat Jenazah

  Jumat, 29 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Aksi salat jenazah oleh Driver Online Mojokerto (Istimewa)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Kyai di Jawa Timur protes dengan cara demonstrasi ojek online atau ojol yang melakukan salat jenazah rekayasa saat aksi berlangsung.

Menurutnya, cara itu tidak pantas karena menjadikan ritual agama sebagai candaan. Aksi protes yang disertai dengan salat jenazah dilakukan Driver Online Mojokerto (DOM) di halaman terminal Kertajaya itu pun dinilai tidak tepat.

AYO BACA : Enggan Tanggung Jawab, ABG Bunuh Janda Hamil

Dalam aksi tersebut para mitra GoCar mengemukakan keberatannya atas pemotongan insentif yang dirasa terlalu besar. Oleh sebab itu, digelar prosesi sholat jenazah yang menjadi simbol kekecewaan.

Namun, prosesi salat jenazah dianggap tidak tepat dalam konteks sebagai simbol dalam sebuah aksi yang tidak berada dalam ranah agama.

AYO BACA : Risma Diadukan ke Jokowi Soal Proyek Mangkrak

Zahrul Azhar Asaad atau yang akrab dipanggil Gus Hans mengungkapkan pendapat yang senada, jika tindakan itu bukanlah ekspresi yang perlu dilakukan.

“Menyampaikan ekspresi kekecewaan itu sah-sah saja, tetapi tidak harus membawa ranah hal yang sifatnya ibadah. Toh itu kan permasalah perselisihan paham yang belum tentu total benar dan atau total salah,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/11/2019).

Ia melanjutkan jika bentuk penyampaian gagasan dapat disampaikan dengan cara lain.

“Sampaikan saja melalui demonstrasi yang lebih universal dan rasional sehingga tidak perlu membawa ranah agama.”katanya.

Menurutnya masyarakat perlu memperhatikan setiap tindakan yang membawa unsur agama. Karena menjadikan agama sebagai candaan adalah kebiasaan orang orang yang tidak beradab.

AYO BACA : Nanang Bunuh Sahabat karena Hendak Perkosa Istrinya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar