GMNI Surabaya Siap Menyesuaikan dengan Perkembangan Zaman

  Jumat, 29 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
GMNI (Istimewa)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Aldian mengatakan bahwa setiap organisasi saat ini tengah menghadapi tantangan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Sesuai konsepsi Pantha Rhei, maka GMNI akan adaptif terhadap persaingan global serta perkembangan teknologi," ujarnya saat dihubungi dari Surabaya, Jumat (29/11/2019).

AYO BACA : Berawal dari Ngopi, 6 Anak-anak Berakhir di Ranjang

GMNI melaksanakan Kongres XXI di Ambon mulai 28 November 2019 hingga 2 Desember 2019 dengan salah satu agendanya adalah regenerasi kepemimpinan nasional.

Menurutnya, kerja kolaboratif antarkomponen dan eksponen marhaenis baik dari Gen-Z hingga Gen-X atau baby boomers mampu menghadapi perguliran zaman dari Revolusi Industri 4.0 ke era Society 5.0.

AYO BACA : Balita di Jember Bonyok Kena Pukul Rentenir Mabuk

"Bahkan di era Gig Economy saat ini, kader, senior bahkan alumni GMNI lebih memiliki karakter dan mental kuat karena pendidikan berbasis ideologi yang ditanamkan sejak kaderisasi tingkat dasar," ujarnya pula.

Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya tersebut optimistis melihat geliat milenial di GMNI, termasuk animo berkontestasi untuk menjadi GMNI-1 yang terlihat dalam adu konsep, gagasan dan dialektika para calon.

Kongres GMNI tahun ini mengangkat tema tentang Kemaritiman dengan subtema mempertegas posisi kedaulatan maritim untuk kepentingan nasional berbasis kepulauan berdasarkan Pancasila.

GMNI merupakan organisasi mahasiswa nirlaba lahir pada Maret 1954, dengan kontribusi alumni terhadap pengawalan NKRI telah nyata, karena banyak yang duduk pada posisi strategis di pemerintahan maupun oposisi konstruktif di luar pemerintahan sebagai profesional, politisi, teknokrat dan birokrat.

AYO BACA : Gus Hans Protes Ojol Demo dengan Rekayasa Salat Jenazah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar