Pesan Eks Walkot Surabaya Bambang DH ke Generasi Milenial

  Sabtu, 30 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Bambang DH, eks Wali Kota Surabaya (Merdeka.com/fikri faqih)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Eks Wali Kota Surabaya Bambang DH menjadi pembicara dalam acara bertajuk Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (29/11/2019) kemarin itu, diikuti lebih dari 160 peserta ini berlangsung sangat komunikatif dan penuh semangat. Pasalnya, mayoritas peserta merupakan siswa SMA/sederajat, mahasiswa dan perwakilan berbagai organisasi kepemudaan.

Dalam paparannya, Anggota DPR tersebut menjelaskan semua masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda atau kaum milenial harus mencintai NKRI.

"Kita ini terdiri dari berbagai suku bangsa. Bukan untuk terpecah belah, tapi untuk bersatu membangun negeri. Ingat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menjadi bagian dari pilar bangsa ini," kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Dia juga mengajak generasi milenial untuk terus berkaya. Jangan sampai berbagai kekayaan di Indonesia dikuasai oleh asing.

AYO BACA : Arek Suroboyo Ojo Lali Mlaku-Mlaku nang Tunjungan Sesuk

"Mari kita wujudkan keadilan, kemakmuran dengan mempertahankan kedaulatan dan persatuan negeri ini," tegasnya.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI mempunyai tujuan di antaranya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

Serta, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi umpan balik bagi anggota DPR/MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Insya Allah bila dilakukan konsisten, ini adalah angkatan pertama. kita semua bisa berguna untuk bangsa. Karena karakter yang teguh, berintegritas adalah modal dasar dari semua hal," ujarnya.

AYO BACA : Belajar dari Internet, Buruh Ini Palsukan Blanko SIM

Sementara itu, pemateri dari Universitas Airlangga (Unair), Drs Bambang Budiono menjelaskan pertama kali Indonesia merdeka, bangsa ini dihadapkan dengan kemajemukan suku bangsa dan juga keragaman budaya.

"Jadi menjadi tugas bagi para pendiri bangsa untuk menyatukan keragaman dan kemajemukan suku bangsa dan budaya salah satu dan utama adalah Pancasila," kata Bambang Budiono.

Ia juga mengkritisi kondisi Indonesia terutama di sektor perekonomian masih dikuasai asing

"Ini menjadi ironi. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menjaga segala kekayaan Indonesia demi kemakmuran rakyat sesuai pasal 33 UUD 45," ujarnya.

Totok salah satu peserta mengatakan dirinya ingin menambah wawasan tentang makna kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Ini adalah acara yang mendidik. Semoga acara ini lebih sering di adakan agar semakin banyak anak negeri ini yang menyadari arti dan fungsi nasionalisme," kata Totok.

AYO BACA : Detik-detik Pelajar Bunuh Janda Hamil: Bercinta Lalu Cekoki Arak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar