Pedofil Ini Rekam Video Panas demi Perkosa Siswi SMP

  Sabtu, 30 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Penyidik tengah memeriksa tersangka Peno Adi Saputro, penyebar video panas anak di bawah umur [Antara/Louis Rika]

NGAWI, AYOSURABAYA.COM -- Tersangka penyebar video panas yang melibatkan anak di bawah umur diringkus pihak kepolisian Ngawi, Jawa Timur.

Kepala Satuan Reskrim Polres Ngawi Ajun Komisaris Khoirul Hidayat mengatakan, tersangka adalah Peno Adi Saputro alias Arnando Ardiansyah (40) yang merupakan warga Desa Legowetan, Kecamatan Bringin, Ngawi.

"Tersangka diduga melakukan perbuatan asusila dengan pacarnya, L (15) warga Bringin yang masih bersekolah tingkat SMP," ujar Khoirul Hidayat kepada wartawan di Ngawi, Sabtu (30/11/2019).

AYO BACA : Sambut Piala Dunia U-20, Risma Tanam Seribu Pohon di GBT

Menurut dia, berdasarkan pengakuan tersangka, kegiatan asusila tersebut direkam dan disebarluaskan oleh tersangka untuk mengancam korban demi kepentingan pribadi pelaku.

Kasus tersebut bermula saat pelaku Peno alias Arnando dikenalkan L oleh teman gadis tersebut. Komunikasi tersangka dengan siswi kelas 9 SMP tersebut berlanjut intensif di media sosial.

Dengan bujuk rayu dan pemberian ponsel, akhirnya keduanya berkencan hingga keblabasan. Saat beberapa kali berkencan, tersangka merekamnya.

AYO BACA : Pesan Eks Walkot Surabaya Bambang DH ke Generasi Milenial

Video panas tersebut kemudian digunakan tersangka untuk mengancam korban agar mau melayaninya hingga berulang kali di hutan dan hotel.

"Korban pernah menolaknya. Penolakan tersebut membuat pelaku marah dan menyebarkan video panasnya ke teman korban. Tindakan tersebut kemudian dilaporkan korban dan keluarganya ke polisi," katanya.

Polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka. Kini ayah dua anak tersebut diamankan di Mapolres Ngawi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibat perbuatannya, Peno dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 atau Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

AYO BACA : Arek Suroboyo Ojo Lali Mlaku-Mlaku nang Tunjungan Sesuk

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar