Modus Komplotan Hacker Lulusan SMK Rekrut Anggota Baru

  Rabu, 04 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Komplotan pelaku pembobolan kartu kredit (Ngopibareng.id/Fariz)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Polda Jatim mengungkapkan modus yang dilakukan oleh komplotan pelaku pembobolan kartu kredit dalam merekrut hacker atau peretas yang baru.

"Modusnya, Hendra, ketua kelompok ini membuka lowongan untuk posisi cleaning service di media sosial dengan syarat cukup lulusan SMK," ujar Kasubdit V Siber Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya di Mapolda setempat di Surabaya, Rabu (4/12/2019).

Ia menyatakan, tak ada syarat khusus lain yang dicantumkan, hanya lulusan SMK dan punya kemampuan komputer. Usai mengirim lamaran, Hendra akan menyeleksi terlebih dahulu, kemudian memanggil pelamar yang memang memenuhi kriteria untuk dilakukan tes secara langsung.

AYO BACA : JFF Surabaya 2019 Siap Manjakan Pecinta Film Akhir Pekan Ini

"Begitu mereka datang mereka dikasih tugas semacam training, mereka diajari spamming, google id, dan sebagainya. Sesuai divisi tugas yang ada," ujar Cecep.

Lebih lanjut, para remaja yang sudah mendapat pelatihan dijadikan spammer akan ditugasi mengirim berbagai penawaran akun developer kartu kredit secara acak yang tiap akun nilainya Rp400 ribu.

"Caranya mereka mengiklankan produk orang, atau perusahaan luar. Nah untuk mengiklankan dia harus bayar, tapi bayarnya di google, dalam bentuk dolar," ucapnya.

AYO BACA : 21 Difabel DIY Positif HIV karena Seks Bebas

Untuk sasarannya, Cecep mengungkapkan sebenarnya acak, tapi setelah diselidiki banyak warga negara Eropa dan Amerika yang menjadi korban karena sistem perbankan di sana lebih mudah.

"(Perbankan di sana) bila nasabah yang punya kartu kredit mengklaim tidak melakukan transaksi sesuatu, pihak bank punya kewajiban me-refund dana yang keluar dari nasabah. Jadi merasa tidak ada yang dirugikan," katanya.

Sebelumnya, Polda Jatim pada Senin (2/12/2019) menggerebek praktik penipuan berbasis siber menggunakan kartu kredit di kawasan Balongsari Tama, Tandes, Surabaya.

"Kejahatan tersebut terorganisasi dan sudah berjalan selama tiga tahun. Omzet yang dihasilkan dari kegiatan tersebut dapat mengumpulkan setidaknya 40.000 dolar AS," kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arief Setyawan.

AYO BACA : 37 Transmigran Sleman Diterbangkan ke Kalimantan Utara

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar