Semua Puskesmas di Surabaya Sediakan Klinik Berhenti Merokok

  Kamis, 05 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Berhentik merokok (Pixabay.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Seluruh Puskesmas di Kota Surabaya menyediakan klinik berhenti merokok untuk memfasilitasi warga yang ingin berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, di Surabaya, Kamis (5/12/2019), mengatakan, di klinik berhenti merokok yang didirikan pada akhir 2017 itu disiapkan seorang psikolog untuk melakukan hipnoterapi atau SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique).

"Dengan terapi SEFT agar berhenti merokok, ada titik-titik dari bagian tubuh yang dipijit," ujarnya.

AYO BACA : Rumah Tangga Bubar, Dina Rela Cerai Demi Buah Hati

Ia mengatakan cukup banyak warga yang memanfaatkan terapi tersebut. Alhasil, terdapat sejumlah perokok yang berhenti total dari kebiasaannya, setelah menjalani terapi tersebut.

"Memang ada yang sampai berhenti tidak merokok lagi," katanya.

Klinik berhenti merokok menindaklanjuti Perda No. 5 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) yang telah direvisi menjadi Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

AYO BACA : Kejaksaan Tangkap Terpidana Korupsi Eks Kepala BPN Surabaya

Perda tersebut, lanjut dia, untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya merokok. Selain peraturan, Dinas Kesehatan juga menyediakan solusi konkret dengan membuka klinik berhenti merokok.

Febria mengakui tidak mudah untuk berhenti merokok. Apalagi, jika kebiasaan merokok sudah berlangsung lama. Untuk berhenti dari kebiasaan merokok memang membutuhkan kemauan yang kuat.

"Karena berkaitan dengan psikologis, kalau tidak berhasil itu berarti kemauannya tidak begitu kuat," ujarnya.

Menurut Febria, biasanya dorongan ingin merokok adalah karena ingin menghilangkan stres.

Namun, dampak negatifnya bisa menderita berbagai penyakit, seperti paru-par dan kemudian stroke.

"Untuk berhenti merokok, selain warga datang ke puskesmas, petugas juga bisa berkunjung ke kantor, jika ada permintaan," katanya.

AYO BACA : Tilang Elektronik di Surabaya Akan Beroperasi 24 Jam Nonstop

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar