Dishub Surabaya Tambah CCTV E-Tilang Berfitur Face Recognation

  Selasa, 17 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
CCTV (Pixabay.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menambah jumlah kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di sejumlah persimpangan jalan.

Pemasangan CCTV dilakukan untuk memantau kondisi lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat mengatakan, selama 2019, pihaknya memasang 135 unit CCTV dengan fitur Face Recognition, dan 5 unit Speed Camera.

Malahan, kata Irvan, dari semua CCTV yang dipasang, ada beberapa unit yang dipasang dimaksudkan untuk penerapan e-Tilang. “Sebanyak 23 di persimpangan siap e-Tilang, bekerja sama dengan Polda Jatim, Polrestabes Surabaya,  dan Polres Tanjung Perak,” ujar Irvan di Surabaya, Selasa (17/12/2019).

AYO BACA : Diguyur Hujan, Risma Terjun Langsung Atur Lalu Lintas

Irvan mengaku, CCTV yang dipasang Dinas Perhubungan merupakan kamera multi fungsi. Fungsinya, selain mengawasi lalu lintas, mengenali wajah dan plat nomor kendaraan, hingga bisa memantau kepadatan atau volume kendaraan.

“Dinas Perhubungan memiliki kurang lebih 1.200 unit. Separuhnya analitical, dan separuhnya lagi survilence,” ujar Irvan.

Irvan menambahkan, selain Dishub, pemasangan CCTV juga dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Hanya saja, Diskominfo memasang CCTV di sejumlah obyek vital. Tujuan pemasangannya pun adalah untuk keamanan Kota Surabaya.

AYO BACA : 3 SD Ambruk, Khofifah Desak Kepala Daerah Rajin Monitoring

"Makanya kita berkoordinasi dengan Diskominfo. Jadi, selain untuk pengamanan juga pengaturan lalu lintas, E-Tilang dan Face Recognation,” kata Irvan.

Selain itu, lanjut Irvan, ada juga CCTV yang dilengkapi dengan pengeras suara. CCTV ini penggunaannya lebih spesifik, yakni untuk melakukan kegiatan sosialisasi, terutama di kawasan-kawasan yang kerapkali digunakan ngetem kendaraan.

“Ke depan tak hanya voice, kalau sekarang ini e-Tilang di persimpangan, kemudian speed kamera di ruas. Tidak menutup kemungkinan, e-Tilang juga berkembang untuk penindakan parkir liar atau ilegal yang tercapture,” ujar Irvan.

Irvan menegaskan, CCTV yang dipasang Dishub mengawasi berbagai bentuk pelangggaran, seperti tabrak lari, pelanggaran kecepatan, dan di bawah rambu larangan. Pada 2020, pemasangan CCTV akan dikonsentrasikan di sejumlah ruas jalan dan di beberapa lokasi yang sering terjadi pelanggaran.

“Nanti kawasan-kawasan yang terjadi pelanggaran. Misalnya di TP, kawasan, Surabaya plaza dan Royal Plaza dan CITO yang bisanya dijadikan mangkal R2 dan R4 bisa dijadikan tempat mangkal bisa tercapture kamera,” kata dia.

AYO BACA : DPRD Ajukan Interpelasi Terhadap Bupati Jember

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar