Bule Belanda Bunuh Teman Kencannya karena Ngorok

  Selasa, 24 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Tersangka Hendrik Tibboel, bule Belanda yang bunuh teman kencannya (Hujaini/Ngopibareng.id)

BANYUWANGI, AYOSURABAYA.COM -- Polres Kota Banyuwangi mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan oleh Hendrik Tibboel, bule Belanda.

Menurut keterangan yang didapat, alasan Hendrik membunuh kekasihnya itu karena kesal.

Kapolresta Banyuwangi Ajun Komisaris Besar Arman Asmara Syarifudin saat konferensi pers di Mapolresta, Selasa (24/12/2019), mengatakan awalnya Hendrik sedang menonton televisi. Sementara korban sedang tertidur di sampingnya.

AYO BACA : Ikan Mati Massal di Kali Lamong, Tercemar Limbah dan Lindi?

“Saat itu, HT merasa terganggu karena korban tidur mendengkur. Beberapa kali sempat dibangunkan untuk berpindah posisi tidur, tapi tetap saja mendengkur, sehingga dia kesal dan menghabisi korban,” kata Arman seperti dilansir dari Beritajatim.com dan Suara.com.

Setelah meninggal, bule Belanda ini sempat meminta tolong tetangganya untuk diantar berobat ke rumah sakit. Saat itu dia mengaku kepada tetangganya telah membunuh seseorang.

“Kemudian, kami mendatangi pelaku di rumah sakit dan menangkapnya. Setelah itu kami melakukan cek TKP, melakukan lidik dan sidik. Kami temukan seorang wanita diketahui berinisial N (Nur Hofiani) terbujur kaku di kamar tersangka di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro,” ungkapnya.

AYO BACA : Asosiasi Pedagang Dukung Pemprov Jatim Bangun Pasar Induk

Keduanya, kata Kapolresta, hubungan tersangkan dan pelaku terbilang dekat. Karena, mereka sempat menjalin hubungan sebagai suami istri namun telah berpisah.

Setelah itu, keduanya tetap menjalin hubungan. “Mereka menikah pada 2014 dan berpisah pada 2016. Tapi keduanya tetap menjalin hubungan,” katanya.

Atas kejadian ini, Hendrik alias Abdullah ditetapkan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan. Bersama tersangka, polisi mengamankan sejumlah alat bukti di antaranya, selimut dan sarung bantal berlumuran darah, kabel USB komputer, botol minuman keras cap tikus, obat-obatan, dan sepeda motor.

“Tersangka ditetapkan sebagai tersangka, dia dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan tidak berencana,” kata dia.

AYO BACA : Catatan Akhir Tahun LBH Surabaya: Rapor Merah HAM di Jatim

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar