Ratusan Orang Keracunan Ikan Tongkol Bakar di Jember

  Kamis, 02 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi keracunan massal (Antara)

JEMBER, AYOSURABAYA.COM -- Pemkab Jember mencatat jumlah laporan warga yang mengalami keracunan ikan tongkol bakar mencapai 250 kasus.

Sabardi Wibowo, petugas Puskesmas Sumbersari mengatakan, korban keracunan mengalami gejala pusing, mual, jantung berdebar, muntah. Ada pula yang lemas dan mengalami ruam kemerahan di salah satu bagian tubuh.

“Mereka merasakannya setengah jam setelah makan,” kata Lutfi Daris, petugas surveilans Puskesmas Kaliwates, dilansir Beritajatim.com dan Suara.com, Kamis (2/1/2020).

AYO BACA : Harapan Risma 2020: Tak Ada Konflik

Sebagian korban langsung minum air degan atau kelapa muda. Air degan cukup membantu untuk jadi penawar keracunan. Sebagian lainnya dibawa ke puskesmas dan mendapat obat anti histamin.

“Tak ada yang sampai parah,” kata Lutfi.

Sejak kemarin, Dinas Kesehatan Jember sudah memerintahkan seluruh petugas puskesmas di 31 kecamatan untuk berkeliling memantau keadaan. Petugas juga diminta mengamankan sisa makanan sebagai barang bukti untuk diselidiki. Kepala Dinkes Jember Dyah Kusworini tidak berkomentar pagi ini.

AYO BACA : Ribuan Ulat Serbu Desa Randuputih Probolinggo

“Semua sudah di Humas Pemkab Jember,” katanya.

Namun, sehari sebelumnya, Kusworini mengatakan bahwa Dinkes masih menyelidiki epidemiologi untuk mencari dugaan penyebab keracunan.

“Sementara untuk penanganan kasus, pengobatan sampai sembuh. Sebagian besar lebih dari 50 persen sudah pulang,” katanya.

Belum diketahui sumber ikan itu berasal dari mana. Namun, menurut Lutfi, sebagian korban mengaku mendapat ikan tongkol dari tetangga saat malam tahun baru. Ikan ini yang kemudian dibakar lalu dikonsumsi.

“Waktu saya tanya, mereka mengaku ikannya kelihatan masih segar. Jadi apakah ini karena cara masaknya yang kurang matang atau bagaimana?” kata Lutfi.

AYO BACA : Khofifah: Realisasi Pajak Jatim 104,27 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar