Jumlah Penumpang KA Daop Surabaya Naik 12 Persen

  Selasa, 07 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Kereta Api (KAORI Nusantara)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Jumlah penumpang PT KAI Daop 8 Surabaya meningkat sebesar 12 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Presentase ini terhitung selama 18 hari pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020.

AYO BACA : Bukan Konate, Persebaya Perkenalkan Mahmoud Eid

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan selama masa Nataru telah mengangkut 837.588 penumpang. Jumlah ini terdiri dari 122.957 penumpang kelas eksekutif dan 25.059 orang di kelas bisnis. Kemudian 242.958 orang di kelas ekonomi dan 446.614 penumpang di kelas ekonomi lokal.

"Angka tersebut meningkat jika dibandingkan masa angkutan Nataru tahun sebelumnya yang berjumlah 749.770 penumpang," ujar Suprapto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/1/2020).

AYO BACA : Amelia Nyabu Tiap Layani Tamu, Ditangkap Ngaku Kapok

Para penyelenggaraan Nataru, Suprapto mengungkapkan, momen terjadinya lonjakan volume penumpang. Berdasarkan data yang terekam, situasi ini terjadi pada 28 Desember 2019 dengan jumlah 51.332 penumpang. Sementara volume penumpang terendah pada 19 Desember dengan jumlah 36.962 orang.

Dari sejumlah stasiun di Daop 8, Suprapto menerangkan, Surabaya Gubeng sebagai lokasi yang paling banyak memiliki penumpang. Selama masa Nataru 2019/2020, jumlah penumpang yang naik tercatat 190.970 orang. Posisi berikutnya Stasiun Malang dengan jumlah penumpang sebanyak 138.565 orang.

Stasiun Surabaya Pasarturi berada di posisi ketiga sebagai lokasi dengan penumpang naik terbanyak. Berdasarkan catatan PT KAI Daop 8 terekam 113.333 penumpang naik di stasiun tersebut. Kemudian Stasiun Wonokromo dengan jumlah penumpang yang naik 62.475 orang. "Lalu Stasiun Sidoarjo dengan jumlah penumpang yang naik 52.212 orang," jelasnya.

Suprapto mengklaim, pelaksanaan masa Angkutan Nataru 2019/2020 di wilayahnya terbilang sukses. Dia juga menilai, penyelenggaraan kali ini aman, lancar dan terkendali. Pada sisi keselamatan, ia mengklaim, lembaganya berhasil menerapkan standar zero accident selama masa tersebut.

AYO BACA : Utang BPJS ke 2 RS di Surabaya Capai Rp62 Miliar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar