Polisi Usut Pejabat Lapas yang Terseret Kasus Memiles

  Senin, 13 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. [Suara.com/Arry Saputra]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Polda Jatim tengah menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam kasus investasi bodong Memiles.

Selain kalangan selebriti, salah seorang pejabat Lembaga Pemasyarakat (Lapas) disebut-sebut turut terlibat dalam kasus tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyampaikan, penelusuran terhadap pejabat lapas tersebut setelah polisi memeriksa video testimoni member Memiles yang viral di media sosial, seorang bernama Hilal yang mengaku telah mendapatkan mobil Mitsubishi Pajero yang diinginkan kelurganya selama ikut Memiles.

AYO BACA : Prihatin Suami, Istri Dewan Jember Bawakan Makanan

"Kami berusaha mengembangkan hasil pemeriksaan seperti 4 mobil salah satu pejabat apas. Lagi kami telusuri karena viral," kata Luki, Senin (13/1/2020).

Namun, Luki tak menjelaskan  secara rinci nama dan lokasi pejabat lapas yang diduga ikut terlibat dalam kasus Memiles.

Dari data yang dihimpun wartawan, Hilal memiliki nama lengkap Maulidi Hilal. Dia saat ini menjabat sebagai Kadivpas Kemenkum HAM.

AYO BACA : Terseret Memiles, Mobil Pajero Milik Eka Deli Disita

Diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim telah menetapkan empat tersangka terkait kasus investasi bodong Memiles. Keempat tersangka itu adalah KTM (47), FS, Prima Hendika dan Martini Luisa.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menyita ratusan miliar dari PT Kam And Kam yang menaungi Memiles.

Awal pengungkapan, Polda Jatim telah menyita uang Rp 50 miliar. Terbaru, polisi kembali menyita uang Rp 122 miliar lebih dari investasi beromset Rp 750 miliar tersebut.

Kekinian, seluruah uang hasil sitaam telah disimpan di rekening barang bukti (Barbuk) Polda Jatim. Dari jumlah uang yang disita, diperkirakan masih ada Rp 500 miliar lebih yang masih belum terselamatkan.

AYO BACA : Pria Tua Tewas Usai Dipijat Terapis Wanita di Hotel

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar