Eks Ketua Timses Jokowi Maju Pilkada Surabaya dari Gerindra

  Rabu, 15 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Eks Kapolda Jatim Mahfud Arifin. [Suara.com/Dimas Angga P]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Partai Gerindra membeberkan empat nama bakal calon wakil kota Surabaya yang akan diusung oleh partainya pada Pilkada tahun ini.

Adapun empat nama tersebut, yakni KH Zahrul Azhar atau akrab disapa Gus Hans, Hariyanto (Cak Har), Gamal Albinsaid dan Mahfud Arifin eks Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur.

Anwar Sadad Sekretaris DPD Jatim menjelaskan, mengerucutnya empat nama tersebut setelah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Surabaya melakukan proses verifikasi dan ditentukan melalui Rakercapsus DPC.

AYO BACA : Artis Kasus Memiles Bertambah, Mulan Jameela Ikut Terseret

"Sebenarnya banyak yang mendaftar. Namun setelah dilakukan verifikasi mengerucut empat nama yakni, KH Zahrul Azhar atau akrab disapa Gus Hans, Hariyanto (Cak Har), Gamal Albinsaid dan Mahfud Arifin," terang Anwar Sadad saat dihubungi, Rabu (15/1/2020).

Mahfud Arifin merupakan eks Kapolda Jatim yang menjadi ketua pemenangan tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur di Pilpres 2019 lalu.

Sekretaris DPD Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu menjelaskan, empat nama yang lolos ke DPD Gerindra adalah figur paling ideal dan paling baik atau figur yang paling diterima masyarakat Surabaya.

AYO BACA : Proyek Bandara Kediri Masih Terkendala Pembebasan Lahan

"Pilihan empat nama itu tentunya figur paling ideal dan paling baik atau figur yang paling diterima masyarakat Surabaya," tegasnya.

Untuk menentukan satu nama yang nantinya akan diusung Gerindra, lanjut Anwar Sadad, tentunya melalui proses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

"Setelah muncul satu nama, akan diusulkan kembali ke DPC," terangnya.

Namun satu nama yang diusulkan ke DPC belum tentu juga menjadi pilihan pasti. Pasalnya, kata Sadad, partai koalisi juga memiliki hak menentukan nama calon yang diusung.

"Gerindra sendiri kalau mengusulkan satu nama belum tentu bisa berangkat, karena sangat tergantung pada koalisi dengan partai-partai lain. Jadi gak bisa ditanya kapan karena ini sangat bergantung satu dengan yang lainnya," pungkasnya.

AYO BACA : Warga Mojokerto Wajib Tes Urine di BNN Sebelum Nikah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar