Kejaksaan Bantah Pelajar Bunuh Begal Didakwa Seumur Hidup

  Selasa, 21 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Tersangka ZA, pelajar yang membunuh begal karena bela diri (Istimewa)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang membantah bila ZA (17), pelajar yang bunuh begal karena bela diri didakwa seumur hidup.

Hal tersebut merujuk pada proses persidangan yang menerapkan Sistem Peradilan Pidana Anak atau SPPA.

Melalui keterangan tertulisnya, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Sabrani Binzar menjelaskan, terdakwa ZA diproses menggunakan SPPA, sehingga dipastikan dakwaan seumur hidup tidak benar adanya.

AYO BACA : Pelajar Bunuh Begal, Guru Bersaksi: Pisau untuk Garap Tugas

"Kami pastikan tidak ada dakwaan seumur hidup. Karena anak yang berhadapan dengan hukum ini diproses melalui sistem peradilan anak," kata Sabrani seperti dilansir dari Suara.com, Selasa (21/1/2020).

Seperti diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anak mendakwa ZA dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana sebagai dakwaan primernya, lalu subsider Pasal 338 tentang pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta Undang-Undang Darurat tentang membawa senjata tajam. Pihaknya menegaskan, pasal-pasal tersebut tidak akan dibuktikan secara kumulatif.

"Yang akan dibuktikan adalah salah satu dari pasal tersebut. Sehingga, dakwaan seumur hidup itu tidak mungkin dilakukan," katanya.

AYO BACA : 11 Korban Ketua Ikatan Gay Tulungagung Bakal Didampingi

Berdasarkan pasal-pasal yang disangkakan kepada ZA, masih kata Sabrani, ancaman hukumannya berkisar 3,5 tahun hingga maksimal sepuluh tahun penjara. Namun, hal itu masih menunggu hasil fakta persidangan untuk penjatuhan tuntutan.

"Kami juga tidak akan serta merta menuntut dengan ancaman maksimal, karena dalam menuntut, ada fakta-fakta persidangan yang meringankan anak tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, seorang anak yang berhadapan dengan hukum, ancaman hukuman pidana penjara merupakan upaya terakhir yang akan ditempuh.

"Saat semua itu sudah dirangkum menjadi satu, baru kami akan membacakan tuntutan, sesuai dengan fakta persidangan."

AYO BACA : Ramai Dukungan Terhadap Pelajar SMA yang Bunuh Begal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar