Reynhard Sinaga Tulungagung Disebut Layak Dikebiri

  Kamis, 23 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Hasan (41), tersangka pencabulan terhadap 11 pria di Tulungagung (Tony Hermawan/jatimnet.com)

TULUNGAGUNG, AYOSURABAYA.COM -- Fahira Idris, aktivis perlindungan anak menilai Hasan (41) yang mengaku sebagai Ketua Ikatan Gay Tulungagung layak dijerat dengan hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Ia menilai Hasan yang dijuluki Reynhard Sinaga Tulungagung itu juga layak untuk mendapat hukuman tambahan kebiri kimia atas kebiadabannya yang diduga telah mencabuli dan menyetubuhi 11 anak laki-laki.

AYO BACA : Dinkes Temukan Ribuan Penderita Kusta Baru di Jatim

"Sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," jelas Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu dalam rilisnya.

Fahira Idris mengungkapkan, adanya hukuman tambahan kebiri kimia dalam UU Perlindungan Anak memang ditujukan untuk para predator anak. Bukan hanya sebagai efek jera, tetapi juga sebagai cara bagi negara untuk melindungi anak-anak negeri ini dari kebiadaban para predator.

AYO BACA : Tata Janeta Batal Nyanyi di Acara MeMiles

“Saya berharap polisi, jaksa, dan hakim punya semangat yang sama yaitu kekerasan seksual anak adalah kejahatan luar biasa sehingga penanganannya termasuk hukumannya," ungkapnya seperti dilansir dari Republika.co.id, Kamis (23/1/2020).

Pada Agustus 2019 lalu, vonis kebiri kimia untuk petama kalinya di Indonesia sudah dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Mojokerto kepada terdakwa predator yang memerkosa sembilan anak di Mojokerto. Selain hukuman kebiri kimia, predator anak di Mojokerto ini juga harus menjalani hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Tidak hanya itu, kata Fahira, predator anak di banyak negara juga dikenai hukum sosial mulai dari gelang penanda bahwa yang bersangkutan pernah menjadi predator anak sampai fotonya dipublikasikan meluas agar publik lebih waspada.

“Intinya tidak ada hukuman ringan bagi predator anak karena oleh undang-undang sudah ditetapkan sebagai kejahatan luar biasa,” tutup Fahira.

AYO BACA : Ribuan Orang Jadi Korban Banjir Pasuruan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar