Bejat, Ayah Perkosa Putri Kandung Tiap Hari Jumat

  Kamis, 23 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi (Istimewa)

SIDOARJO, AYOSURABAYA.COM -- Muslimin (39), terdakwa kasus pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri divonis 18 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (23/1/2020).

Selain hukuman pokok, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta. Jika denda tak dibayar, diganti kurungan penjara selama 6 bulan.

Majelis hakim memutuskan Muslimin terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 81 ayat 3 Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan primer penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim Eni Sri Rahayu ketika membacakan amar putusan yang digelar terbuka di ruang sidang Sari.

AYO BACA : Polda Jatim Segera Limpahkan Berkas Perkara Memiles ke Kejaksaan

Dalam amar putusan terungkap bahwa terdakwa memaksa korban agar melayani nafsu bejatnya mulai sekitar tahun 2017 lalu. Ketika itu, korban masih duduk di bangku kelas IX SMP.

Aksi pemerkosaan itu terjadi setiap hari Jumat ketika korban sedang libur sekolah. Tindakan bejat itu dilakukan setelah istrinya sudah berangkat kerja sejak pukul 05.00 hingga 15.00 WIB.

"Bila korban tidak mau menuruti semua kemauannya untuk diajak berhubungan akan tidak memberi uang saku dan akan membunuh ibu dan adiknya,” kata Eni seperti dilansir dari Beritajatim.com dan Suara.com.

Selain itu, dalam fakta persidangan juga mengungkap bahwa terdakwa menjalankan aksi bejat terhadap korban itu selama tiga tahun tanpa diketahui oleh ibu maupun keluarga korban lainnya. Korban sempat hamil, namun terdakwa minta digugurkan.

AYO BACA : Polda Jatim Bidik Tersangka Baru Kasus MeMiles

Aksi kejam terdakwa masih terus dilakukan hingga baru terbongkar 24 Juli 2019 lalu ketika di tempat sekolahnya sedang ada tes urine. Ketika dites korban dinyatakan positif hamil.

“Terdakwa tidak ada penyesalan dan berulang-ulang melakukan perbuatan itu,” ungkap Eni.

Korban akhirnya mengaku ketika pihak sekolah mendesaknya. Korban mengaku selama ini dipaksa bapaknya untuk melayani nafsu dan kasusnya dilaporkan ke kepolisian, lalu ibu korban serta keluarganya.

“Perbuatan terdakwa yang memberatkan telah merusak masa depan korban,” lanjut Eni.

Vonis penjara yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU Kejari Sidoarjo yang menuntut selama 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut terdakwa langsung menerima putusan tersebut. “Terima,” ucap terdakwa lirih.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum juga menerima putusan tersebut. “Kami terima,” ucap Rochida Alimartin, JPU Kejari Sidoarjo.

AYO BACA : Reynhard Sinaga Tulungagung Disebut Layak Dikebiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar