Ustaz yang Sebut Sabu Tak Haram Jadi Bulan-bulanan

  Kamis, 23 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ustaz AM dari Bangkalan Madura (Pojoksuramadu.com/Istimewa)

BANGKALAN, AYOSURABAYA.COM -- AM (46), pengajar pondok pesantren di Bangkalan Madura hangat diperbincangkan di dunia maya.

Seperti diketahui, AM diringkus pihak kepolisian usai terbukti mengedarkan sabu-sabu kepada santrinya.

Menurut keterangan Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra, AM sempat buron selama dua bulan sebelum akhirnya diamankan.

Kepada pihak kepolisian, AM mengklaim dirinya mengederkan sabu-sabu kepada santri karena tidak ada larangan dalam kitab suci Al-quran. Pelaku juga mengatakan, sabu-sabu membuat orang lebih semangat membaca Al-quran.

"Saya tahu sabu memang dilarang digunakan oleh negara, namun saya tidak menemukan di dalil Alquran," katanya seperti dilansir dari Beritajatim.com dan Suara.com.

AYO BACA : Bejat, Ayah Perkosa Putri Kandung Tiap Hari Jumat

Kontrovesial

Anggapan tersebut dinilai kontrovesial hingga menuai perhatian di Twitter. Sebagian besar warganet mempertanyakan asumsi AM seperti tanggapan yang diberikan @mazzini_giusepe.

"Sungguh mulia Ustadz AM, agar santri selalu fit, tahan begadang, mikir cepet dan gacor, dia beri sabu ke santri, sabu gak haram, gak ada larangan dalam Al-Quran. Malaikat Munkar, Nakir dan Malaikan Malik pasti gak sabar bertemu beliau," tulisnya.

komentar
Komentar warganet terkait kasus yang menimpa ustaz AM

Sementara warganet @Knnysme memberikan komentar santai berbunyi, "Mungkin sabu yang dimaksud pak ustad itu sarapan burjo," kata @Knnysme_.

AYO BACA : Polda Jatim Segera Limpahkan Berkas Perkara Memiles ke Kejaksaan

Adapun warganet lainnya mengaku prihatin dengan kasus yang menyeret AM ini sampai meluapkan kekeselannya.

"Sakitt banget baca ini nih. Dikasih otak ga dipake buat mikir baik-baik, dikasih pedoman malah disalahgunain, bod** ni orang kesel gue!," terang @okdiich.

Kekinian atas kasusnya, AM dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

 

Catatan Redaksi: Artikel ini menampilkan pernyataan pelaku untuk menjadi peringatan tentang bahaya narkoba bisa terjadi pada siapa pun, bukan justru untuk ditiru atau dijadikan alasan pembenar pemakaian sabu.

 

AYO BACA : Polda Jatim Bidik Tersangka Baru Kasus MeMiles

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar