Petrokimia Gresik: Alokasi Pupuk Berkurang karena Kuota Turun

  Rabu, 29 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi atau komersil di Sumatera Utara. (Dok: Pupuk Indonesia)

GRESIK, AYOSURABAYA.COM — Kurangnya alokasi pupuk di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur lantaran kuota pupuk bersubsidi nasional menurun dalam dua tahun terakhir. 

Hal itu diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono merespons isu berkurangnya pasokan pupuk di daerah. 

"Penurunan jatah alokasi ini berdampak secara merata hampir di seluruh daerah, termasuk di Jawa Timur," kata Yusuf Wibisono kepada wartawan di Gresik, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020) kemarin.

Ia mencatat, pada 2018 pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton, kemudian turun menjadi 8,87 juta ton pada 2019, serta kembali turun menjadi 7,94 juta ton pada 2020.

Yusuf menegaskan, secara prinsip Petrokimia Gresik senantiasa siap menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi penugasan pemerintah.

Ia mencatat, selama musim tanam awal tahun 2020, Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 744.816 ton, dengan rincian urea 48.881 ton, ZA 129.075 ton, SP-36 sebanyak 132.830 ton, NPK Phonska 421.288 ton dan organik Petroganik 12.742 ton.

Sedangkan wilayah yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik untuk pupuk urea ada di 27 kabupaten di Jawa Timur, NPK Phonska di seluruh Indonesia (kecuali 17 kabupaten di Jawa Barat), Petroganik di seluruh Indonesia (kecuali Banten dan Jawa Barat), ZA dan SP-36 di seluruh Indonesia.

Untuk Kabupaten Gresik, Petrokimia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 161.737 ton. Rinciannya pupuk urea 900 ton, ZA 13.926 ton, SP-36 sejumlah 30.206 ton, NPK Phonska 116.477 ton, dan organik Petroganik 228 ton.

"Kami sebagai anggota holdingPupuk Indonesia terus berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa daerah mengalami kekurangan alokasi pupuk bersubsidi, seperti di Kabupaten Ngawi, Madiun, Bangkalan, Situbondo, dan berbagai daerah di Jawa Timur.

Akibat kurangnya alokasi itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah mengajukan tambahan, agar tidak sampai terjadi kekurangan alokasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar