Perusakan Buku di Pasraman Bukan Masalah Agama, Diduga Ulah Pencuri

  Rabu, 05 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pertemuan tokoh agama dan kepolisian di Pasraman Purwa Dharma 6. [Suara.com/Ahmad Suudi]

BANYUWANGI, AYOSURABAYA.COM — Pelaku perusakan buku di Pasraman Purwa Dharma 6 yang berlokasi di Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi diduga adalah pencuri yang kesal lantaran tak menemukan sasarannya.

Pelaku yang tak dikenal tersebut diduga mencoreti sejumlah meja dan papan tulis menggunakan kapur, serta merusak dengan cutter buku-buku tulis yang sedianya jadi hadiah untuk Perayaan Galungan.

Pengemong Pura Dharma Marga Desa Sambimulyo, Sudarsono mengatakan, pihaknya menduga orang tak dikenal tersebut mengincar Baleganjur atau gamelan yang biasa digunakan umat Hindu dalam peribadatan.

Namun, tak ada Baleganjur baru yang tersimpan di sana hingga diduga pencuri itu mengamuk dengan mencoret meja dan papan tulis serta merusak buku tulis.

"Kami selama ini tidak ada masalah dengan masyarakat sekitar, mungkin pencuri yang kesal karena tidak dapat yang dicari," kata Sudarsono di Pasraman, Rabu (5/2/2020).

Pencuri tersebut diperkirakan masuk lewat jendela yang hanya bisa dilewati orang bertubuh ramping atau anak-anak.

Ketua Peradah Banyuwangi Edi Siswanto mengatakan, setidaknya Baleganjur umat Hindu di dua kecamatan, yakni Pesanggaran dan Muncar telah hilang. Seperangkat gamelan ala Bali tersebut biasanya digunakan saat mengiringi upacara keagamaan Hindu hingga pawai adat di desa.

"Semalam yang di Muncar, alat Balaganjur dari perunggu hilang," katanya.

Sementara, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara mengatakan, setelah mengetahui permasalahan tersebut, berjanji akan melakukan penyelidikan awal yang berhubungan dengan tindak pidana.

Penyelidikan awal itu untuk mencari pelaku yang melakukan pencoretan fasilitas belajar dan perusakan buku tulis di Pasraman tersebut.

"Buku yang dirusak, buku tulis putih yang biasa digunakan anak-anak sekolah itu. Dan kita akan melihat ke depannya apakah perbuatan ini melanggar tindak pidana ataukah memang seperti yang disampaikan tadi, ada beberapa Baleganjur yang hilang. Apakah memiliki hubungan dengan itu atau tidak," kata Arman.

Bukan Masalah Agama

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi Ahmad Yamin menyatakan kasus perusakan buku ini tak terkait dengan masalah antaragama.

Sebab, menurutnya, kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi terbangun dengan baik dan tidak ada masalah signifikan. Bahkan, dia mengatakan, dari dialog bersama pengelola Pasraman dan tokoh agama, didapatkan informasi ada orang tak dikenal yang masuk dan melakukan aksi tak terpuji.

Namun, tidak ada perusakan kitab suci dan tanda-tanda lain yang serupa tindak pelecehan agama, sehingga pihaknya menyimpulkan kejadian itu bukan masalah antaragama.

"Memang ada kejadian, tapi kejadian itu tidak ada kaitannya dengan masalah-masalah antar agama, kerukunan umat beragama, dan tidak ada pengrusakan kitab suci," kata Yamin di Pasraman pada Rabu (5/2/2020).

Dia juga menjelaskan, kedatangannya ke Pasraman bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara untuk memastikan tidak ada masalah antarumat beragama.

"Adapun hal-hal yang lain, kita serahkan sepenuhnya kepada aparat, agar nanti supaya ditindaklanjuti. Ini hal-hal yang tidak terkait keagamaan dikait-kaitkan, saya berharap di masa mendatang kejadian seperti itu tidak terulang," kata pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi itu.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, Pasraman Purwa Dharma 6 diduga dimasuki orang tak dikenal yang melakukan aksi vandalisme mencoret meja dan papan tulis, serta merusak sejumlah buku.

Pasraman Purwa Dharma 6 adalah salah satu lembaga pendidikan nonformal bagi anak umat Hindu di Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, yang berada di bawah Yayasan Purwa Dharma, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar