Berkas Perkara Investasi Bodong MeMiles Dilimpahkan Kejaksaan

  Senin, 10 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap kasus investasi ilegal dengan omzet miliaran rupiah. Dalam kurun waktu delapan bulan, keuntungan yang didapat dari korban mencapai Rp 750 miliar. [Suara.com/Achmad Ali]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Polda Jatim segera melimpahkan berkas perkara kasus investasi bodong MeMiles yang dijalankan oleh PT Kam And Kam ke penuntut umum.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan rencananya, pelimpahan tahap satu dilakukan pada Selasa (11/2/2020). Itu setelah penyidik merasa, berkas perkara kasus tersebut lengkap, dan siap disidangkan.

"Hari ini tepatnya Senin, sudah lengkap (berkas perkara). Besok Selasa, langsung menyerahkan berkas perkara kepada JPU," ujar Trunoyudo di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (10/2/2020).

Trunoyudo menjelaskan, hingga berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap, penyidik memeriksa saksi sekitar 56 orang. Hingga saat ini, kata Trunoyudo, hampir 700 korban yang melapor dan mengadu ke Polda Jatim. Terkait alat bukti, pihaknya telah mengamankan Rp 147.8 miliar uang tunai, serta kendaraan terdiri dari 28 unit roda empat, dan 3 unit roda dua.

"Ini menjadi bagian dari kelengkapan berkas. KasusMemiles ini kan sudah kurun waktu sejak Desember hingga saat ini, sekitar 2 bulan. Penyidik sudah menyatakan lengkap buat berkas perkara," ujar Trunoyudo.

Dalam kasus ini, Polda Jatim telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu KTM, FS, ML, PH, dan W. Luki Hermawan menjelaskan, investasi ilegal itu dijalankan tersangka dengan menggunakan nama PT. Kam and Kam, tanpa mengantongi izin. Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan member, dengan cara bergabung di aplikasi MeMiles.

"Mereka (tersangka) sudah memiliki 264 ribu member dari selama delapan bulan, dengan aset senilai Rp761 miliar," ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

Luki melanjutkan, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru, akan mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan. Jika ingin memasang iklan, anggota harus melakukan top up atau setor dana ke rekening PT Kam and Kam. Dengan top up itulah anggota memperoleh bonus atau reward yang diperolehnya.

"Dana masuk antara Rp50 ribu sampai Rp200 juta," kata Luki.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar