Buku SD Sebut NU Radikal, Dispendik Surabaya: Sudah Dirobek

  Selasa, 11 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Halaman 45 dari buku panduan sekolah anak kelas V SD (Foto: Istimewa)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Buku pelajaran untuk sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah kelas V berjudul Peristiwa Dalam Kehidupan di Surabaya yang berisi sebutan Nahdlatul Ulam(NU) Radikal masih ditemukan peredarannya di sekolah.

Padahal, pihak kementerian sudah menarik buku tersebut. Sebagai informasi, dalam buku itu memuat diksi yang menyebut jika NU digolongkan sebagai organisasi radikal penentang penjajah Belanda pada masa kemerdekaan.

Organisasi yang disebutkan bersifat radikal adalah Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Nasional Indonesia (PNI). Diksi tersebut kemudian diprotes Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada awal tahun 2019 lalu, sehingga Kemendikbud berjanji akan menariknya.

Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri mengatakan, buku tersebut pada tahun lalu dinyatakan dicabut dan direvisi oleh Kemendikbud. Namun, di Surabaya dan kota lain ternyata masih beredar pada tahun ini. Menanggapi persoalan ini, langkah yang diambil oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Surabaya cukup cepat dan responsif.

“Menanggapi pengaduan dari kami, saya gembira respons dari Kepala Dispendik Surabaya itu cepat dan konkret. Kepala Dispendik Surabaya langsung memerintahkan seluruh kepala SD untuk menarik, dalam hal ini halaman yang menimbulkan polemik itu,” kata Muhibbin Zuhri saat dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Selanjutnya, kata Muhibbin, Dispendik Kota Surabaya menyampaikan persoalan ini kepada struktur kedinasan di atasnya, yaitu Kemendikbud. Kemendikbud harus segera menindaklanjuti apa yang diperintahkan oleh Mendikbud pada bulan Februari tahun 2019 lalu itu.

“Kan sudah dibentuk tim revisi, tindak lanjutnya tapi kok masih seperti ini. Daripada nanti membuat perkara baru, saya berharap disampaikan persoalan ini atas nama warga Kota Surabaya kepada kementerian,” ujarnya.

Sobek

Sementara itu, Dispendik Surabaya memerintahkan semua kepala sekolah di SD/ MI untuk menyobek lembaran buku yang menyebut NU radikal.

"Di buku pelajaran resmi Kemendikbud ada konten pelajaran yang menurut PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Kota Surabaya tidak benar. PCNU kemudian melayangkan protes kepada Dispendik," ujar Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya itu menyatakan telah menginstruksikan kepala SD se-Surabaya untuk menyobek satu halaman dari buku tersebut.

Kemudian, kata dia, satu halaman yang disobek itu dikumpulkan di kantor Dispendik dengan disaksikan langsung Ketua PCNU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri.

“Sebetulnya ini persoalan lama. Sekarang sudah saya tindaklanjuti dengan pencabutan (penyobekan) buku itu," ucap mantan Camat Kenjeran tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar