Perkosa Anak, Pendeta Cabul Gereja Surabaya: Jangan Ngomong ke Suamimu

  Senin, 09 Maret 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pendeta cabul Surabaya. (Suara.com/Ali)
SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — HL, pendeta cabul di Surabaya mengancam korban pemerkosaannya yang saat itu masih di bawah umur.
 
Bahkan sang pendeta cabul HL meminta anak perempuan tersebut tidak menceritakan aksi perkosaannya ke sang suaminya kelak.

Hal itu diceritakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangie. Kata dia bentuk paksaan dan ancaman itu juga agar korban tidak melapor ke siapapun.

"Pokoknya ada ancaman terhadap anak-anak, jangan ngomong orangtua, termasuk kepada suamimu nanti," sambung Pitra di Polda Jatim, Senin (9/3/2020).

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan pencabulan yang dilakukan tersangka pendeta cabul surabaya HL, bukan atas unsur suka sama suka.

"Yang jelas dilakukan semuanya paksaan tidak ada suka sama suka," terang Kapolda Luki, Senin (9/3/2020).

Pendeta cabul berusia 57 tahun itu memperkosa IW (26) di kompleks gereja kawasan Embong Sawo, Surabaya sejak usia korban masih 12 tahun.

Perkosaan itu dilakukan di kamar pendeta cabul HL dan di ruang tamu di lantai 4. Perbuatannya bukan dilakukan di tempat ibadah, namun masih satu area gereja.

Kekinian, korban IW tengah mengalami depresi atas tindakan tersangka. Bahkan, untuk memulihkan kondisinya, IW mendapat pendampingan trauma healing.

Polisi juga meluruskan tindak pencabulan itu berlangsung selama kurun waktu enam tahun, bukan 10 tahun. Korban dicabuli sejak tahun 2005-2011 ketika menginjak usia 12-18 tahun. Sayangnya, belum diketahu rinci berapa kali korban dicabuli. Selama itu pula korban acap kali mendapat ancaman.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar