119 Warga Kediri Terjangkit Demam Berdarah, 1 Meninggal

  Kamis, 12 Maret 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

KEDIRI, AYOSURABAYA.COM — Sejak awal tahun hingga 11 Maret 2020, sebanyak 119 warga Kabupaten Kediri terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Dari 119 penderita DBD ini, satu di antaranya meninggal dunia pada Januari 2020 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, dr Bambang Triyono Putro, menuturkan jumlah penderita DBD di Kabupaten Kediri awal tahun ini sebenarnya menurun dibanding awal tahun 2019 lalu.

Pada periode yang sama tahun lalu atau dari Januari-Maret 2019, Dinkes mencatat ada 1.221 warga Kabupaten Kediri terjangkit DBD dengan 23 di antaranya meninggal dunia.

"Kalau dibanding bulan yang sama tahun 2019 (jumlah kasus DBD di Kabupaten Kediri) menurun banyak," jelas dr Bambang, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, Dinkes dan stakeholder terkait banyak belajar dari kasus DBD tahun lalu. Pihaknya telah mempersiapkan segala hal untuk menekan kasus DBD seperti dengan menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Kami mengkampanyekan PSN dengan gerakan satu rumah-satu Jumantik (juru pemantau jentik), monev (monitoring dan evaluasi) terpadu, sampai penyiapan logistik untuk pencegahan dan penunjang diagnosa," tuturnya.

Selain itu, Dinkes juga telah melakukan fogging di sejumlah endemis DBD di Kabupaten Kediri. Lalu Dinkes juga berupaya menggandeng berbagai instansi termasuk usaha kesehatan sekolah (UKS) untuk memerangi DBD.

"UKS sudah kita libatkan di akhir 2019 untuk berkomitmen dalam peran serta pencegahan DBD," ungkap dr Bambang.

Kendati jumlah kasus DBD awal tahun ini menurun, namun dr Bambang tetap mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman DBD. Ia meminta warga tetap rutin melakukan PSN secara berkala di lingkungannya.

"Masyarakat diminta tetap waspada dengan melaksanakan kegiatan PSN baik di tempat penampungan air di dalam rumah, dan juga di luar rumah yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti," katanya.

"Lalu segera periksakan ke sarana pelayanan kesehatan apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala demam, supaya tidak terjadi keterlambatan (penanganan medis)," pungkas dr Bambang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar