Jumlah PDP dan ODP COVID-19 di Gresik Meningkat

  Sabtu, 21 Maret 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi (Shutterstock)

GRESIK, AYOSURABAYA.COM — Pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di Gresik terus meningkat.

Mereka terus diawasi perkembangannya, terutama bagi pasien yang baru masuk ruang isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik Saifuddin Ghozali membenarkan, status penularan Virus Corona mengalami kenaikan. Yakni, ODP yang sebelumnya hanya 6 orang kini menjadi 14 orang. Kemudian pasien PDP yang sebelumnya hanya 2 orang menjadi 3 orang.

“Pengawasan terus dilakukan, khususnya pada pasien PDP. Sebab, dari tiga pasien tersebut dalam status yang berbeda," ungkapnya kepada awak media.

Ghozali menyebutkan untuk status ODP semua pasien dipastikan masih sehat. Mereka dipantau karena datang dari luar negeri, maupun luar daerah. Namun pasien ODP tidak dilakukan isolasi khusus, mereka dianjurkan tidak keluar di rumah sebelum 14 hari.

Sedangkan untuk pasien PDP sendiri status pasien berbeda-beda. Ghozali menyebutkan satu orang dinyatakan sembuh, satu lagi hasil labnya negatif. Tapi masih dilakukan pemantauan. Namun pasien PDP yang terakhir menjadi perhatian serius oleh tim medis, sebab baru dua hari yang lalu masuk ruang isolasi.

"Dari tiga pasien tersebut, memiliki riwayat perjalanan keluar negeri dan kontak langsung kepada suspect korona," katanya.

Sementara itu Kepala Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid- 19 Gresik Nadlif mengaku, sudah melakukan antisipasi terkait persebaran Virus Corona. Antara lain, dengan meningkatkan pelayanan di semua RS daerah maupun swasta. Yaitu dengan menyiapkan ruang isolasi bagi pasien yang dicurigai memiliki keluhan seperti penderita Virus Corona.

"Di RS Ibnu Sina sudah ada empat, dengan spesifikasi kelas N untuk tekanan negatif,” jelas Nadlif.

Adapun Pemkab Gresik juga mengalami kendala dalam melakukan pencegan virus corona. Utamanya terkait keterbatasan alat cairan desinfektan. Menurut Nadlif, stok penyemprotan disinfektan stoknya menipis, hanya cukup untuk dua pekan saja.

"Yang menjadi persoalan keberadaan cairan desinfektan itu. Karena seluruh daerah pasti mencari untuk memenuhi kebutuhan desinfektan di wilayah masing-masing," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar