Pasien Positif Covid-19 Asrama Haji Sukolilo Bertambah

  Minggu, 29 Maret 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Simulasi penanganan pasien Virus Corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Petugas terus melakukan penelusuran terhadap peserta pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Kekinian, ditemukan bahwa peserta tak hanya berasal dari Jawa Timur saja.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, dari 413 orang ditemukan beberapa peserta yang berasal dari Bali dan NTT.

"Ternyata peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Di Jawa Timur, juga ada dari Bali dan Nusa Tenggara Timur," kata Kohar malam di Gedung Negara Grahadi, Sabtu malam (28/3/2020).

Seperti diketahui kegiatan pelatihan itu diikuti perwakilan dari berbagai daerah mulai Tulungangung, Blitar, Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Tuban, dan Nganjuk.

"Jadi kami sudah kontak satu-satu. Karena mereka banyak yang merupakan tenaga kesehatan jadi cukup paham untuk melakukan isolasi mandiri," katanya.

Sementara itu, dari tracing yang dilakukan menemukan 14 orang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 4 orang lainnya positif. Temuan baru ini menambah jumlah pasien positif Covid-19 dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo menjadi 6 orang.

"4 orang lainnya sudah dilakukan pemeriksaan dan positif. Kami melakukan tracing lagi dan kami mendapatkan nama-nama tersebut dan sekarang sudah dalam pemantauan kami," paparnya.

Kohar menyebut bahwa Asrama Haji Sukolilo bisa menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19 di Jatim. Pasalnya acara ini diikuti 415 orang dari berbagai daerah di Jatim hingga Bali dan Nusa Tenggara Timur.

"Kalau maksudnya klaster itu suatu kelompok begitu, iya," kata dia.

Kohar kembali berpesan kepada peserta yang belum menunjukkan gejala agar tetap melakukan isolasi mandiri. Pemantauan kepada para peserta juga tetap akan dilakukan selama masa isolasi.

"Ada yang isolasi mandiri. Jadi kami sudah kontak satu-satu. Karena mereka banyak yang merupakan tenaga kesehatan jadi cukup paham untuk melakukan isolasi mandiri. Dan mereka yang terindikasi sakit sudah memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat," tandasnya.

Sebelumnya, Di Kabupaten Kediri ada dua orang yang dinyatakan positif virus corona, sementara di Blitar ada dua orang yang statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona. Status keempat orang ini muncul setelah mengikuti pelatihan calon petugas di Asrama Haji Sukolilo Surabaya awal Maret 2020 lalu.

Asrama Haji kini pun dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru penyebaran virus corona di Jawa Timur. Pasalnya, acara pelatihan calon petugas haji yang diselenggarakan selama 9 hari pada 9-18 Maret 2020 itu dihadiri sebanyak 415 peserta dari Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan setempat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar