Polisi di Gresik Pamer Kelamin Saat Video Call Mertua

  Selasa, 31 Maret 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi (Istimewa)

GRESIK, AYOSURABAYA.COM -- Seorang polisi di Gresik diringkus lantaran melakukan pencabulan terhadap mertuanya sendiri.

Kapolres Gresik Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengakui, tidak akan tebang pilih terhadap anak buahnya yang melanggar aturan, termasuk polisi pelaku pencabulan mertua itu.

"Kami tidak tebang pilih, siapa yang berbuat baik akan diberikan reward dan berbuat kesalahan akan diberikan hukuman. Untuk kasus ini kami jerat dengan Pasal 289 terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," kata Kusworo saat ditemui di halaman Polres Gresik, Selasa (31/3/2020). 

Oknum polisi yang dimaksud itu adalah NS (36), anggota Polri yang berdinas di Polsek Ujungpangkah.

Dia dilaporkan oleh IT (25) istrinya karena mencabuli mertuanya DM (50) beberapa hari lalu. Aksi bejat itu dilakukan sebanyak 7 kali selama kurun waktu 3 bulan. 

Sesuai keterangan Abdullah Syafi'i, kuasa hukum korban, bentuk pelecehan yang dilaporkan korban adalah berupa mencium dan meraba tubuh mertuanya sendiri.

Pelaku berani melakukan pelecehan meski di dalam rumah ada istrinya dan mertua laki-laki. 

"Pelecehan itu mulai dari meraba dan menciumnya di kamar tidur, hingga di pinggir jalan. Bahkan melalui video call masih melakukan tindakan pelecehan, yaitu memperlihatkan kemaluannya," jelasnya.

"Kenapa baru terungkap hari ini, karena ibu korban yaitu mertuanya pelaku merasa kasihan dengan anaknya yang baru menikah lima bulan lalu. Dia tidak mau jika anaknya cerai, tapi dibiarkan kok tambah berani, jadi dia akhirnya melaporkan," tambahnya. 

Syafi'i juga mengungkapkan, kliennya juga mengaku selama ini mengetahui handphone pelaku berisikan gambar-gambar wanita lanjut usia.

Sedangkan karena kelakuan suaminya itu dia minta agar suaminya dihukum setimpal. Setelah kasus ini, dia juga bakal melayangkan cerai.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar