Pemkab Mojokerto Karantina Pemudik di Balai Desa

  Selasa, 07 April 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi mudik dengan sepeda motor [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM — Pemkab Mojokerto mengajak relawan untuk memantau warga yang mudik jelang bulan Ramadan.

Nantinya, pemudik tersebut akan menjalani karantina di balai desa yang sudah disiapkan.

Sebanyak 304 balai desa di Kabupaten Mojokerto bakal difungsikan sebagai tempat karantina awal Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona atau Covid 19, khususnya mereka yang berasal dari daerah zona merah.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kesehatan, perangkat desa dan kecamatan yang di Kabupaten Mojokerto terkait pengecekkan kondisi para pemudik khususnya kesehatan.

“Kitakan ada relawan gugus tugas Covid-19 sampai desa, bahkan RT maupun RW,” ujar Pungkasiadi seperti diberitakan Beritajatim.com dan Suara.com Selasa (7/4/2020).

Pria yang akrab disapa Pung menuturkan, di tingkat bawah yang tahu kondisi warganya kerja dimana.

Untuk itu, semua nantinya saling berkoordinasi mulai dari RT, RW, perangkat desa, kecamatan bahkan puskesmas-puskesmas ini jalan semua. Terkait antisipasi pemudik, Pemkab Mojokerto memanfaatkan balai desa maupun kecamatan.

“Kalau karantina itukan ngomongnya sehat, yah toh. Kalau sehat itu mungkin disiapkan di balai desa, bahkan kalau ketemu ini sudah benar-benar sehat, dan yang bersangkutan yakin betul berani di rumahnya isolasi mandiri selama 14 hari. Tapi tetap di kecamatan juga ada, dan akan dicek dulu kesehatan,” jelasnya.

Jika sudah ada indikasi Covid-19, lanjut Pung, pasien harus tetap dirujuk ke rumah sakit rujukan, yakni RSUD Prof dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar