PSBB Gresik, Pasar Tetap Buka Tapi Pedagang Pulang Tak Bawa Apa-Apa

  Rabu, 29 April 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pasar (Suara.com/Achmad Fauzi)

GRESIK, AYOSURABAYA.COM — Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik tak jauh berbeda dengan hari biasanya.

Jalanan di beberapa titik masih tetap terpantau ramai dan beberapa tempat perbelanjaan buka seperti biasa.

Meski demikian, banyak pedagang yang mengeluh dengan kondisi seperti saat ini. Sebab, walau tetap diperbolehkan berjualan, banyak di antara mereka yang pulang tak membawa uang. Kondisi tersebut akibat pemberlakuan PSBB yang membuat orang-orang takut ke pasar.

Seorang pedagang bahan pokok di Pasar Baru Gresik Hanimah mengaku, seharian ini tidak ada pembeli sama sekali. Jika dibandingkan hari sebelumnya, dia mengakui masih ada pembeli walau tidak banyak.

“Pembelian mulai menurun sejak isu virus corona mencuat, lebih parah lagi pas puasa ini. Saya pernah pulang tidak bawa uang,” katanya Senin (28/4/2020).

Saat ini, sejak PSBB diberlakukan di Gresik, jadwal operasi pasar juga ikut dibatasi. Jika sebelumnya, Hanimah berjualan di pasar 24 jam, namun kini harus mentaati anjuran pemerintah.

Selama PSBB, ada pemberlakukan jam malam, mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB, tidak dibolehkan adanya aktivitas di luar rumah. Pengurangan jam itu juga membuat dirinya keberatan.

“Tapi ya bagaimana lagi, kan memang aturannya begitu. Mending masih diperbolehkan buka, ketimbang tidak boleh buka sama sekali, malah tidak ada pemasukan,” jelasnya.

Hanimah tidak sendiri, Muhammad juga merasakan hal yang sama. Pedagang yang sehari-hari menjual pakaian tersebut mengakui belakangan ini penghasilannya menurun drastis. Jika sebelumnya dalam satu hari ini, ia bisa menjual 20 pakaian, kini hanya hitungan jari. Bahkan, ia juga pernah dagangannya tidak laku sama sekali.

“20 pakaian itu sama dengan Rp 2 juta lebih, karena harga pakaian juga bervariasi. Ini aja sekarang belum laku sama sekali,” katanya.

Diakui Muhammad, selama berdagang 20 tahun, tidak pernah merasakan bulan puasa sepi pembeli. Padahal, bulan puasa adalah hari raya bagi para pedagang pakaian karena semua toko ramai dikunjungi pembeli.

“Dampaknya kalau lama-lama begini tidak bisa kulakaan alias belanja lagi. Kalau dalam sehari hanya terjual satu pakaian, ya itu untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Sepinya pembeli itu, diduga banyak orang takut ke pasar karena pemberlakukan PSBB. Kendati demikian pihaknya masih optimis. Sebab PSBB tidak diberlakukan selamanya, melainkan hanya 14 hari.

“Mungkin saja setelah PSBB selesai, penjualan bisa seperti tahun sebelumnya,” katanya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar