Tak Bisa Bayar Indekos, Keluarga Tinggal di Mesjid hingga Meninggal Mendadak

  Minggu, 03 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi proses evakuasi korban meninggal mendadak dengan menggunakan alat pelindung diri. [Suara.com/Alfian Winanto]

SIDOARJO, AYOSURABAYA.COM — Satu keluarga tinggal di mesjid lantaran tak mampu untuk bayar kontrakan atau indekos.

Mereka hidup susah, sampai sang kepala keluarga Agus Hasan Al Mahdi (54) meninggal dunia. Ia meninggal karena sesak napas.

Melansir dari Suara.com dan BeritaJatim.com, mereka adalah warga Desa Pesanggrahan RT 07 RW 02, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Agus Hasan Al Mahdi meninggal mendadak di dalam Masjid Baitus Sholikhin, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

Korban sebelumnya diketahui sudah tinggal di masjid yang terdampak luapan lumpur Sidoarjo itu sejak 23 April 2020 bersama isteri dan empat anaknya.

Korban meninggalkan rumah tinggal sebelumnya di Desa Tempel, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Karena, tidak bisa membayar kontrakan anggota keluarga itu akhirnya memilih tinggal di Masjid Baitus Sholikhin, seizin takmir masjid setempat yaitu Ustaz Mudakir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, malamnya sebelum meninggal, korban sempat mengeluh sakit dada (sesak napas) kepada istri dan anak anaknya.

Kemudian istrinya sempat menawarkan minum namun ditolak oleh korban. SL (istri korban) ke belakang hendak membuatkan minum namun tiba-tiba terdengar suara sesak napas dan setelah dilihat korban sudah meninggal dunia.

Isteri korban kemudian melaporkan dan memanggil Ustaz Mudakir untuk melihat suaminya dan sudah dinyatakan meninggal dunia.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menyatakan, dari keterangan istri korban, bahwa almarhum pernah menderita TBC Paru.

“Sebuah thorax PA dan hasil dari pemeriksaan laboratorium klinik Tanjung Gempol Pasuruan, beserta hasilnya menyatakan korban mengidap penyakit TB Paru,” terang Sumardji soal rekam medis korban, Sabtu (3/5/2020).

Dalam penanganan korban, tim medis juga melakukan sesuai SOP. Yakni korban dievakuasi oleh tim medis menggunakan alat pelindung diri (APD).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar