Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi, PSBB Surabaya Raya Belum Efektif

  Selasa, 05 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi — Petugas medis meggunakan pakaian biosafety saat penyuluhan terkait pencegahan virus Corona (2019-nCoV) di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (29/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya selama satu pekan ini belum membuahkan hasil.

Hal itu diungkapkan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi. Adapun morbiditas (penambahan pasien positif Covid-19) di wilayah setempat masih tinggi. Selain itu, angka kematian pasien Covid-19 yang masih melebihi 10 persen dari jumlah keseluruhan.

"Morbiditas ini bisa kita lihat di sini, jadi trend-nya belum menunjukkan penurunan. Padahal ini sudah hari ke-7  (PSBB). Tren mortalitas kita juga belum menunjukkan angka yang menyenangkan," ujar Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2020).

Joni menegaskan, angka kematian di Jatim masih di angka 10 persen lebih atau tepatnya 10,77 persen. Padahal, angka yang dapat ditoleransi maksimal 5 persen. Joni menambahkan, angka kematian tertinggi dari 3 daerah yang memberlakukan PSBB, masih didominasi Surabaya. Maka dari itu, menurutnya perlu dilakukan upaya-upaya yang lebih signifikan dalam menekan penyebaran Covid-19.

"Jadi tren mortalitas kita belum menunjukkan angka yang menyenangkan. Masih butih upaya yang lebih signifikan lagi dari seluruh komponen yang ada di masyarakat, tidak hanya dari pemerintah," ujar Joni.

Joni mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal itu di antaranya dengan menambah jumlah rumah sakit dan menambah jumlah tenaga kesehatan. "Training-training juga sudah dilakukan, upaya-upaya pemenuhan sarana juga sudah," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar