Ikut Tahlilan: 15 Orang Covid-19, 509 Warga Desa di Sidoarjo Diisolasi

  Selasa, 19 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi -- Penutupan Jalan Ir H Djuanda untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bandung, Senin (30/3/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SIDOARJO, AYOSURABAYA.COM — Warga Desa Waru, Sidoarjo, mengisolasi diri lantaran ada sebanyak 15 orang di lokasi tersebut terinfeksi virus corona.

Jumlah warga yang diisolasi ada 509 orang yang terbagi dalam 158 Kepala Keluarga. Mereka ada di tiga RT di RW 12. Isolasi diri itu guna mencegah penyebarluasan Covid-19.

Isolasi mandiri dilakukan karena sebelumnya di desa tersebut terdapat 15 orang yang dinyatakan positif Covid-19, meninggal dunia 2 orang dan PDP 16 orang. Yang sebelumnya beberapa dari mereka mengikuti acara tahlilan, hingga mengakibatkan ada yang terjangkit Covid-19

Kemarin Senin (18/5/2020) pagi sampai siang hari, dilakukan rapid test sebanyak 286 orang warga di tiga RT dalam RW 12 Desa Waru. Hasilnya 44 orang diantaranya reaktif.

"Berdasar perkembangan penyebaran Covid-19 yang begitu cepat di wilayah ini, maka Pemkab Sidoarjo bersama instansi terkait memberlakukan isolasi mandiri bagi warga," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji saat dihubungi, Selasa (19/5/2020)

Melansir dari Suara.com dan TimesIndonesia.co.id, Kapolresta Sidoarjo menambahkan jika pihaknya juga sudah memasang banner di setiap rumah warga yang terpapar Covid-19 bertuliskan sedang melaksanakan isolasi mandiri yang bertuliskan "Bantu kami saat membutuhkan agar tidak keluar rumah. Serta Doakan kami agar cepat sehat kembali"

Dari upaya ini, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji berharap tahapan isolasi mandiri ditaati warga setempat, serta juga adanya upaya saling mendukung atau gotong royong masyarakat kepada warga yang terdampak Covid-19.

Pemerintah juga menyediakan sentra pangan RT/RW patuh di RW 12 Desa Waru ini. Terbuka bagi siapa saja yang ingin membantu bahan makanan atau bantuan lainnya, untuk diberikan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

"Pos check point juga telah didirikan di akses keluar masuk desa. Jadi warga harus melalui pemeriksaan lengkap serta diterapkannya protokol kesehatan, seperti diwajibkan cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, hingga penyemprotan cairan disinfektan di pos ini," tegas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar