Kisah Paramedis yang Harus Rayakan Idulfitri di Rumah Sakit

  Senin, 25 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi — Dokter dan perawat. [shutterstock]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM — Vivin Eka Deviyanti yang berprofesi sebagai bidan mengaku sedih lantaran tak bisa berkumpul dengan keluarga saat Idulfitri. 

Bahkan, dia mesti tinggal sementara waktu di kota orang karena harus berjuang dengan tenaga medis lainnya di salah satu Rumah Sakit Negeri di Surabaya, Jawa Timur.

Perempuan berusia 37 tahun ini mengatakan bahwa seharusnya tahun ini dia bisa berkumpul dengan keluarga di Banyuwangi. Namun, lantaran statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan di tengah situasi Covid-19, maka hal tersebut urung dilakukan.

“Tentunya sedih, seharusnya bisa berkumpul dengan keluarga khususnya suami dan anak yang kini berada di Banyuwangi. Idulfitri harusnya dijalani dengan berbagi suka cita di hari lebaran,” ujarnya seperti dikutip dari TimesIndonesia—jaringan Suara.com, Senin (25/5/2020).

Beberapa momen yang dia rindukan antara lain adalah melakukan shalat Id bersama keluarga, makan-makan, dan berunjung ke sanak saudara yang belum tentu satu tahun sekali bertemu. Biasanya lebaran diisi oleh Vivin dengan berbagi rezeki (angpau atau THR) untuk para saudara.

Namun kali ini berbeda, tahun ini sebagai salah satu garda terdepan penanganan Covid-19 di Indonesia maka dia harus tetap tinggal di Surabaya.

Ketika ditanyai soal perasaannya menjadi tenaga medis yang bertugas di saat Lebaran, dia mengatakan bahwa perasaannya sangat campur aduk. Sedih, sekaligus bangga. Sedih karena tahun ini dia tidak bisa berkumpul dengan keluarga di rumah.

“Kami harus rela untuk sementara berjauhan, mengesampingkan ego pribadi untuk tidak mudik. Tapi cukup bangga karena mungkin saat ini kami sebagai nakes bisa menunjukan bakti kami pada negeri dengan profesi kami ini. Bisa membantu sesama dan berperan untuk menyelamatkan bangsa dari musibah Covid 19,” ujar Vivin.

Saat ini Vivin ingin tetap menjaga keluarga di rumah agar tetap sehat dan selamat dari pandemi Covid-19 serta mematuhi larangan instansi untuk tidak mudik.

“Untungnya saat ini kita bisa memanfaatkan teknologi, saya pakaivideo callyang penting keluarga di rumah dalam keadaan sehat. Walaupun saya tidak bisa mudik tidak apa, semoga pandemi ini segera berakhir dan bisa segera bertemu dengan keluarga yang dirindukan,” tambahnya.

Harapan Vivin saat Lebaran 2020 ini adalah agar Allah SWT mengabulkan hajat bangsa ini. Dengan cara mengangkat wabah Covid-19 dan dunia segera kembali dengan normal. Ia berharap tahun depan masih diberikan kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar